Terkesan Mandek Kasus Kekerasan Seksual di Kabupaten Malaka, Ayah Korban : Polisi Harus Netral.

- Editor

Sabtu, 25 Maret 2023 - 07:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malaka, 23/03/2023, News.Matatimor – Net : Kelanjutan proses hukum pada Kasus kekerasan seksual yang terjadi desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, hingga hari ini terkesan mandek.

Hal ini menunjukan ketiadaan kepastian hukum yang tegas baik terhadap pelapor maupun terlapor.

Negara Indonesia yang menjunjung tinggi undang-undang juga dikatakan sebagai negara hukum namun terkesan tidak memberi kepastian dari hukum itu sendiri.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Hal itu dialami oleh sekelompok masyarakat kelas bawah terutama bagi Korban MDY, Wanita berumur 16 Tahun, tinggal di desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Demikian informasi yang dihimpun oleh media News.matatimor – Net, pada Selasa 20 Maret 2023 lalu.

Saat dikunjungi awak media ini, Keluarga korban menjelaskan kronologi kejadian yang mengerikan tersebut bahwa dirinya hingga saat ini menanggung malu di dalam kehidupan masyarakat setempat.

Selain itu, anak yang satu-satunya menjadi harapan untuk menjadi alat bukti saat persidangan telah dipanggil pulang oleh yang sang pemilik kehidupan.

BACA JUGA  Ini Harapan Pemuda Desa Poto Bagi Kades Terpilih

“Saya beban, hari Sabtu kemarin anak saya lahir, tetapi tidak selamat,” Kata MDY, sembari meneteskan air matanya.

Sebagai perempuan, MDY lemah. Ia tak sanggup menerima hujatan di lingkungan sosialnya, sebab hingga hari ini, masalah yang menimpa dirinya tak kunjung selesai.

Walaupun masalah kekerasan seksual tersebut sudah dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (Polres Malaka), namun kelanjutan proses hukum pada kasus ini sendiri terkesan ada upaya perlindungan dari pihak tertentu, yang sengaja menarik-ulur, hingga kasusnya belum ada kejelasan Hukum yang pasti.

“Kami sudah lapor pelaku di polisi. Waktu itu tanggal 16 November 2022. Sempat visum juga di rumah sakit Webua. Terang MDY.

Sebagai kaum kecil, awam juga perihal proses hukum. Karena itu, MDY tak mampu berbuat apa-apa. MDY hanya pasrah menerima semua kenyataan pahit yang menimpa dirinya, walau pun di negara ini, di kenal dengan sebagai negara Hukum.

BACA JUGA  On Bridal Luncurkan Paket Spesial Hari Kemerdekaan: “Merah Putih"

Menurut Penyidik, Tambah MDY, Kasus belum proses karena bukti belum cukup. Jadi, Saya pasrah saja,” Tutup MDY.

MDY merupakan Korban berlipat ganda, pelaku menyangkal, Penyidik semacam bungkam terhadap laporan korban, hingga bayi meninggal pasca korban melahirkan.

Fransisko Da Costa, Ayah MDY berharap agar kasus ini tetap di proses secara hukum, agar kebenaran dari kasus tersebut dapat terungkap. Keadilan yang selama ini dimimpi oleh korban dan keluarga dapat terwujud sesuai harapan.

“Kami harap, polisi harus urus masalah ini. Supaya tidak ada tumpah darah diantara kita,” Ketus Fransisko Da Costa.

Dirinya pun meminta agar kepolisian tidak berpihak pada siapa pun juga tidak tergiur dengan intervensi kaum elit.

“Polisi harus netral. Tidak ikut kemauan orang lain yang ada kepentingan politik,” Pinta Fransisko.

“Karena Pelaku MDC saat ini,” Tambah Ayah Korban, “diduga sebagai oknum dalam Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Tenaga Kontrak Daerah Malaka. Kesehariannya sebagai pengawal wakil bupati Malaka,” Tutup Fransisko.

BACA JUGA  Konsumen di Belu Kecewa dengan Pelayanan J&T

Secara Eksklusif, Kasatreskrim Malaka, Salfredus Sutu, SH saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa kasus asusila tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Kasus itu masih dalam tahap penyelidikan,” Kata Alfred Sutu, SH, Saat dikonfirmasi awak media ini pada Sabtu 25 Maret 2023.

Alfred pun menambahkan bahwa dalam menangani kasus tersebut, ada beberapa kendala yang dialami oleh tim penyidik.

“Kami alami kendala, karena diduga terlapor ini menyangkal,” Tambah Alfred.

“Rencana setelah anaknya lahir, kita mau ambil sampel Darah untuk lakukan tes DNA. Tetapi, kemarin anaknya meninggal pas lahir,” Jelas Alfred Sutu.

“Tetapi sudah, setelah kami koordinasi dengan pihak keluarga, kami sudah ambil sampel darah ibu, bayi. Kalo hari ini tidak sibuk, kami akan segera kirim untuk pemeriksaan hasil DNA, Tutup Alfred Sutu, SH.

Penulis : Theo Kiik
Editor. : Vicrnte de Deus

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!