Tutup Dua Sekolah di Perbatasan, Ini Alasan Pemerintah

- Editor

Kamis, 30 Desember 2021 - 07:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak ada Peserta Didik, Pemerintah tutup dua sekolah di Perbatasan RI – Malaysia

Pontianak – matatimor.net – Dua sekolah di Wilayah Perbatasan Republik Indonesia – Malaysia Wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat tepatnya di Kecamatan Batanglupar ditutup karena tidak adak murid. Berikut Berita tutup sekolah yang disadur dari okezone.com

“dua sekolah itu sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar, karena tidak ada peserta didik terpaksa pemerintah menutupnya” kata Kadis (Kepala Dinas) Pendidikan Kapus Hulu Petrus Kusnadi di Putussibau Kapuas Hulu Senin (27/12/2021)

BACA JUGA  Ini Terjemahan Lagu Pulu Bi Timo Dalam Bahasa Indonesia

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Dilansir dari Okezone.com, Kadis Petrus menjelaskan, dua sekolah dasar yang ditutup yaitu SDN Kadungkang dan SDN Kelayam. Penutupan sekolah tersebut sudah dilakukan tiga tahun terakhir karena sama sekali tidak ada murid.

Tenaga Pendidik yang ada di sekolah tersebut otomatis dipindahkan. “Tidak bisa dipaksakan lagi, dua sekolah itu tidak ada murid, jadi pemerintah menutup dua sekolah itu, dan guru-guru dipindahkan ke sekolah lain” tuturnya.

BACA JUGA  Hari Guru dan Wajah Baru Pendidikan Indonesia

Kedepan, bagi sekolah yang muridnya sedikit dan berdekatan dengan sekolah lain, maka akan disatukan.

“jadi untuk di Kapuas Hulu, masih ada sekolah dasar yang berpotensi akan ditutup karena memiliki jumlah murid yang minim” jelas Petrus (okz-dl)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi

Sabtu, 20 Jun 2026 - 18:32 WITA

Gambar oleh: matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:34 WITA

Gambar oleh: matatimor.net

INSPIRASI

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Jun 2026 - 10:47 WITA

error: Content is protected !!