Korban Kebakaran di Belu Satu Tahun Lalu, Pemda Belu Mengeluhkan Anggaran

- Editor

Minggu, 4 Desember 2022 - 08:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Kebakaran di Kabupaten Belu

Korban Kebakaran di Kabupaten Belu

Belu matatimor.net|| satu tahun sudah Yasinta Lawa korbang kebakaran di dusun halifunan desa menleten kecamatan tasifeto timur kabupaten belu menumpang rumah tetangga hingga harus berpindah-pindah karena hingga saat ini belum memeliki rumah.

Rumah korban yang ludes terbakar pada tahun 2021 lalu itu hingga saat ini korban terancam kehilangan tempat tinggal lagi dan entah harus kemana korban bersama anak dan cucunya menumpang

Janji pemda belu melalui kadis PUPR kala itu akan membangun lagi rumah layak huni bagi korban namun janji itu hanya sebuah isapan jempol belaka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Yasinta Lawa (Korban.red) kepada media ini merasa kecewa dan merasa ditipu dengan janji manis pemda bahwa akan membangun rumah baginya

Waktu itu mereka (Dinas PUPR.red) datang dan bilang akan buatkan rumah baru tetapi 3 bulan lagi dan janji itu sampai sekarang kami hanya menumpang di rumah tetangga.

Sebelumnya kami tinggal di rumah tetangga yang biasa di pakai sebagai gudang menyimpan hasil panen,tetapi waktu dari dinas datang pindah lagi kami di rumah kosong satu ini,tetapi sekarang pemiliknya mau pakai lagi dan entah kami mau tinggal dimana lagi.

BACA JUGA  Pagu Anggaran Kemendes PDTT 2023 Rp2,99 Triliun Disetujui DPR

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu ketika disambangi awak media ini yang ditemui hanya sekretarisnya

Berikut pernyataan Kadis PUPR melalui sekretarisnya yang ditemui awak media

“Saat saya dan tim lakukan identifikasi di lokasi waktu itu, bukan berarti serta merta untuk melayani. Karena yang namanya anggaran itu dilihat juga dari kemampuan dan atau kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada, yang mana anggaran daerah pada tahun 2021 kemarin untuk perumahan itu tidak ada,” ungkap Yasintus P. Ulu Leki, ST yang saat itu menjabat sebagai Plt. Kadis PUPR.

Menurut mantan Plt. Kadis PUPR Belu itu, tetapi dalam perjalanan pihaknya (PUPR, red) sudah melakukan identifikasi terhadap rumah tidak layak huni bagi korban kebakaran di Halifunan itu.

“Dalam jangka waktu 3 bulan itu kan tidak mungkin pihak PUPR mengeksekusi rumah layak huni bagi korban dengan kondisi kemampuan APBD yang ada saat itu, karena anggaran untuk perumahan tidak sama sekali ada,” ungkapnya.

BACA JUGA  Harga BBM Pertalite di Penjual Eceran Naik Rp.12.000/ Liter.

Memang, pihaknya selalu berdiskusi dengan melihat pada pola Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat yang berkategori ekonomi lemah, kita kembalikan kepada calon penerima manfaat Apakah penerima manfaat itu bisa menyediakan modal/anggaran dasar untuk menggenapi bantuan dana dari Pemda atau tidak?, katanya.

Untuk saat ini, sambungnya, pihak PUPR masih dalam tahapan melakukan identifikasi terhadap rumah yang tidak layak huni. Sehingga dari hasil identifikasi baru dilakukan daftar usulan ke Pemda, ujarnya.

Sekretaris PUPR Belu itu melanjutkan, untuk bisa mendapatkan bantuan keuangan untuk perumahan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, salah satunya adalah harus memiliki Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP). Sehingga hasil identifikasi yang dilakukan kemarin belum bisa dieksekusi.

“Bukan mau lepas tanggung jawab, tapi pemerintah punya tanggung jawab untuk melindungi dan mengayomi masyarakatnya. Tapi kembali pada kemampuan APBD, karena dengan merebaknya covid-19 sebagian besar anggaran dipangkas. Sehingga melihat pada keuangan yang ada, dalam jangka waktu 3 bulan PUPR belum bisa eksekusi rumah layak huni bagi korban di Halifunan,” tandasnya.

BACA JUGA  Presiden Melantik Dua Menteri dan Tiga Wamen Baru

Ketika ditanya solusi dan jalan tempuh apa yang akan dieksekusi oleh PUPR bagi korban kebakaran Halifunan yang saat ini masih bergantungan tempat tinggal di salah satu rumah kosong milik masyarakat setempat, dan dalam waktu dekat akan dijual.

Mendengar pertanyaan itu, Sekretaris PUPR itu menjawab bahwa, ia akan menyampaikan kepada Kepala Dinas agar bisa dikonfirmasi dengan kepala desa Manleten dan juga stafnya (kepala dusun setempat) untuk dicarikan solusi bagi Ibu Yasinta Lawa cs (korban kebakaran) di Halifunan.

“Saya akan laporkan kepada Pak Kadis, untuk bisa berikan atensi bagi korban kedepannya, yang penting korban memiliki status tanah yang jelas (milik pribadi) dan itulah hal mendasar yang perlu diperhatikan,” tutupnya

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!