Celakalah Kamu yang Kaya…- Kotbah Katolik Minggu Biasa VI

- Editor

Sabtu, 15 Februari 2025 - 01:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu Biasa VI Oleh Rm. Chris Taus, Pr.

Kotbah Katolik Minggu Biasa VI Oleh Rm. Chris Taus, Pr.

Sabda Bahagia – Kotbah Katolik Minggu Biasa VI Oleh Rm. Chris Taus, Pr. Paroki Santa Helena Lili – Camplong.

matatimor.net – Kita semua ingin bahagia. Yesus sendiri menjanjikan kebahagiaan. Yesus juga yang menjamin hidup bahagia. Baik di dunia maupun di surga kelak.

Untuk hal yang ini, Yesus rela buat apa saja, asal kita bahagia/selamat. Dalam berbagai kesempatan, Yesus sering ingatkan dalam pengajaranNya agar kita hidup bahagia. Injil hari ini, Yesus menyampaikan ajaranNya perihal hidup bahagia dalam bentuk KOTBAH, yaitu kotbah tentang SABDA BAHAGIA. Berbahagialah kamu yg miskin, karena kamu yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah kamu yang lapar karena kamu akan dipuaskan Allah. dst.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

BACA JUGA  Kotbah Katolik Hari Minggu Biasa XIX

KOTBAH SABDA BAHAGIA.

Sangat menarik bahwa Yesus menyampaikan ajarannyaNya tentang Sabda Bahagia dalam kotbah. Kotbah selalu merupakan ajakan untuk hidup menuruti Sabda Tuhan. Kotbah tentang Sabda Bahagia merupakan ajakan atau petunjuk apa artinya mengikuti Kristus. Karena itu kotbah Sabda Bahagia merupakan ajakan untuk hidup bahagia.

Kotbah yang dibeberkan dalam Injil Lukas hari ini, sangat erat kaitannya dengan Kotbah di Bukit yang sangat terkenal yang disampaikan Matius (Mat,5,1-12). Meskipun agak berbeda sedikit, Matius, menyampaikan khotbahnya di bukit ada 8 sabda Bahagia. Artinya ada 8 jalan untuk mencapai kebahagiaan.

Kotbah Sabda Bahagia versi Lukas, Yesus sampaikan ketika sudah turun dari bukit, di suatu dataran dan Lukas padatkan Yesus menyampaikan sabda Bahagia kurang lebih 5 Sabda bahagia.

Berbagilah yang: Miskin, lapar, menangis,. Demi anak Manusia: dibenci, dikucilkan, dicela dan ditolak. Bersukacitalah sebab besarlah upahmu di surga (Luk, 6,20-23). Lukas, selanjutnya mencatat bahwa kotbah Yesus tentang Sabda Bahagia dipahami dengan apa yang terjadi sebaliknya yakni CELAKALAH. Celakalah kamu yang kaya karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

BACA JUGA  BREKING NEWS - Paus Emiritus Benediktus XVI Tutup Usia di umur 95 Tahun

Pada sisi yang lain, para pendengarnya berasal dari kota Yudea dan Yerusalem. Mewakili orang-orang Yahudi yang percaya, demikian juga dari Tirus dan Sidon mewakili bangsa-bangsa kafir yang mulai percaya kepada Yesus.

KAUM MISKIN.

Kaum miskin menjadi sorotan penting dalam kotbah Sabda Bahagia ini. Orang miskin mendapat sapaan sebagai yang berbahagia karena orang miskin hidupnya selalu bersandar pada kemurahan hati dan belas kasih Tuhan. Ia tidak berdaya dengan kekuatan sendiri.

BACA JUGA  Waktu Adalah Dasar | Rekoleksi Keluarga Katolik

Orang miskin selalu mendapat sorotan dalam kisah-kisah Injil. Mereka adalah kaum Anawim yang selalu dekat dengan Tuhan. Karena itu mereka adalah orang-orang terberkati dan empunya Kerajaan surga.
Maria adalah adalah Kaum Anawim. Salam Magnificatnya. Orang lapar jadi kenyang dengan kebaikan, orang kaya diusirnya dengan tangan kosong. dst.


PESAN IMAN.

  1. Sabda Bahagia membalikkan pemahaman dunia tentang kebahagiaan yang sejati. Bahwa kebahagiaan hidup/keselamatan hidup TIDAK DITEMUKAN dalam harta kekayaan dunia dalam bentuk apapun, pangkat jabatan dan ketenaran, tetapi hanya dalam Tuhan. Dekat dan sandarlah selalu dalam kekuatan Tuhan.
  2. Tuhan beri kita berkat rejeki hidup, maka hendaknya segala berkat rejeki itu, dekatkan kita dengan Tuhan. Amen

MINGGU BIASA 6
Yer,17,5-8
Luk,6,7,20-26

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:11 WITA

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:48 WITA

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Berita Terbaru

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!