Inkarnasi dan Salib: Puncak Kerendahan Hati Allah
Kerendahan hati mencerminkan sifat Allah. Allah selalu berkenan kepada orang yang rendah hati. Sebaliknya, kesombongan menjadi sifat manusia dan menjadi akar serta sumber segala dosa. Karena itu, ketika Allah menyelamatkan manusia dari dosa, Dia memilih jalan untuk merendahkan diri. Allah turun dari takhta-Nya yang Mahatinggi, menjelma menjadi manusia lemah dalam diri Yesus Kristus, Putra-Nya.
Seluruh hidup dan karya Yesus di muka umum menunjukkan tanda nyata kerendahan hati Allah. Puncak pernyataan kerendahan hati Allah tampak ketika Yesus Kristus mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan taat sampai mati di kayu salib. Karena ketaatan itu, Yesus Kristus menerima hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.
Dalam ajaran-Nya, Yesus berulang kali mengingatkan para pendengar untuk selalu bersikap rendah hati. Salah satu syarat masuk dalam Kerajaan Allah tampak dalam perumpamaan Injil hari Minggu ini: tentang sikap yang tepat ketika memilih tempat duduk dalam pesta perjamuan perkawinan. Perumpamaan ini Yesus sampaikan saat Ia menghadiri jamuan di rumah seorang Farisi terhormat. Dengan perumpamaan itu, Yesus menyindir kaum Farisi dan ahli Taurat yang suka pamer diri dan berebut tempat terhormat, baik dalam pesta, rumah ibadah, pasar, maupun tempat umum lainnya.
Yesus menegaskan bahwa kehormatan dunia tidak menjamin kehormatan dalam Kerajaan Allah. Orang yang ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah harus berani merendahkan diri. Orang yang mengambil tempat paling rendah akan ditinggikan dan diberi kehormatan dalam surga. Pesta perjamuan dunia hanyalah lambang pesta perjamuan dalam Kerajaan Allah. Sebab siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan, dan siapa yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.
Kitab Putra Sirakh dalam bacaan pertama menegaskan bahwa kerendahan hati menjadi kunci kehormatan seseorang. Orang yang rendah hati mengakui keterbatasannya dengan jujur. Karena itu, ia dicintai Allah dan sesama.
Pesan Iman:
- Allah sudah merendahkan diri untuk menebus kesombongan manusia. Maka, kita tidak punya alasan untuk menyombongkan diri di hadapan Allah.
- Tanda orang rendah hati ialah selalu mengandalkan Tuhan sebagai sumber kebaikan. Karena itu, Tuhan berkenan kepadanya dan membuka pintu surga baginya.








