Raja yang Mengorbankan Diri: Akhir Tahun Liturgi yang Penuh Makna

Kotbah Oleh Rm. Chris Taus, Pr - Paroki Santa Helena Camplong

- Editor

Sabtu, 22 November 2025 - 00:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yesus Kristus, Raja Semesta Alam: Penutup Indah Tahun Liturgi

Hari Minggu ini adalah Hari Minggu Biasa ke-34, sekaligus Minggu terakhir atau penutup Tahun Liturgi Gereja. Liturgi merayakannya sebagai Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Seluruh alam semesta ditaklukkan bukan oleh kuasa duniawi, tetapi oleh Yesus Kristus sendiri.

Kita bersyukur karena telah ikut merayakan seluruh misteri karya keselamatan Allah sepanjang satu tahun. Demikian pula, kita setia membaca dan mendengarkan Sabda Tuhan dengan tertib setiap kali mengikuti Perayaan Ekaristi Kudus.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam mengingatkan kita bahwa Yesus Kristuslah yang merajai dan berkuasa penuh atas alam semesta. Tuhan, Raja di atas segala raja, datang untuk membawa harapan baru bagi seluruh umat manusia. Ia adalah Gembala yang setia, menggembalakan domba-domba-Nya dengan kasih dan kebenaran.

BACA JUGA  Ini Pesan Gubernur NTT Pada Apel Kesadarab ASN

Yesus Kristus memang Raja yang berkuasa, tetapi bukan raja politik. Ia adalah Raja Kerajaan Allah, dan karena itu tugas serta misinya menyentuh hal-hal surgawi—kebenaran, keadilan, cinta kasih, damai sejahtera, kebaikan, dan kerendahan hati. Seluruh hidup dan karya-Nya diarahkan untuk menegakkan nilai-nilai ini, tanpa takut risiko, termasuk ketaatan sampai wafat di kayu salib.

Dalam Injil hari Raya ini, Yesus rela disalibkan di antara para pendosa dan penjahat. Di atas kepala-Nya tidak terpasang mahkota kekuasaan seperti raja-raja dunia, melainkan mahkota duri—simbol penghinaan dan penderitaan. Namun justru di sanalah tampak pengorbanan-Nya yang paling tulus dan sempurna: bukti nyata bahwa Ia adalah Raja yang mengorbankan hidup-Nya sebagai tebusan dosa seluruh umat manusia.

BACA JUGA  Awali Operasi, Satgas Ops Bina Kusuma Polres Belu Menemui Pedagang dan Menghimbau Jauhi Penyakit Masyarakat

Profil Yesus sebagai Raja

Bacaan pertama dari Kitab Samuel menggambarkan bagaimana Raja Daud, yang berasal dari Betlehem, dipilih dan diurapi Allah melalui nabi Samuel untuk menjadi Raja dan Gembala Israel. Daud diberi kuasa untuk mempersatukan Israel dengan keperkasaan dan kebijaksanaannya.

Apa yang Allah lakukan pada Daud, digenapi secara sempurna dalam diri Yesus Kristus—Raja Daud yang baru. Sebagai Putra Daud, Yesus mempersatukan seluruh umat manusia melalui pengorbanan-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya.

Pesan Iman

  1. Dalam hidup beriman sehari-hari, hendaknya kita selalu membuka diri agar Yesuslah yang merajai hati kita melalui Roh dan ajaran-Nya: kebenaran, keadilan, cinta kasih, damai sejahtera, dan sebagainya.
  2. Kita diajak bertobat seperti penyamun yang disalibkan bersama Yesus. Ia mengakui dosanya tanpa menyalahkan siapa pun: “Kita memang pantas dihukum dan hukuman kita setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak bersalah.”
    Lalu ia memohon: “Yesus, ingatlah aku apabila Engkau datang sebagai Raja.”
    Dan Yesus menjawab: “Hari ini juga engkau akan bersama Aku di dalam Firdaus.”
    Amin.
BACA JUGA  Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem, PJ Wali kota Kupang Dan Rektor Undana Menanam Bakau

Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam — Minggu Biasa XXXIV
Bacaan:

  1. 2 Samuel 5:1–3
  2. Kolose 1:12–20
  3. Lukas 23:35–43

Editor : Del Neonub | Komsos Sta. Helena

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:01 WITA

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:11 WITA

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:54 WITA

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Berita Terbaru

Oplus_131072

KOTBAH & RENUNGAN

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:01 WITA

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

error: Content is protected !!