Polres Belu Tetapkan 2 Tersangka Pelaku Penikaman di Desa Naitimu

- Editor

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 01:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Belu telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam Kasus Penikaman yang menewaskan Raden (18) dan dua orang korban lainnya yang masih dalam perawatan intensid di rumah sakit.

Kedua tersangka yang ditetapkan yaitu JM dan RB dari Dusun Nanaerai, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar), Kabupaten Belu.

Dilansir dari Aktaduma.com, Kasatreskrim AKP Sujud Alim Yulamlam mengatakan sejauh ini telah ditetapkan dua tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah ada dua tersangka yakni JM dan RB,” kata Sujud melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/10/2022).

Selain itu untuk diketahui, situasi di Dusun Nanaerai masih dijaga ketat oleh personil gabungan Brimob, anggota Polres Belu dan Polsek Tasbar. Pasalnya masih ada dari pihak korban (Raden) yang masih memanas bahkan melempari rumah para tersangka dan para saksi sudah diamankan di Polres Belu.

BACA JUGA  Dugaan Cacat Prosedur Kasus PDAM Kupang Jadi Sorotan

Rumah-rumah tersangka maupun saksi terlihat sudah dikosongkan, para penghuni memilih menghindar atau mengungsikan diri.

Sedikitnya ada sembilan unit rumah dirusak, satunya diantaranya sampai dibakar masa.

Rumah-rumah tersebut merupakan milik para pelaku dan saksi yang sebelumnya telah diamankan anggota polisi Polres Belu.

Ditulis media ini sebelumnya,Kejadian naas yang menimpa Raden(18) saat sedang membantu kerja di persiapan resepsi nikah ditikam warga yang tak lain dari kampung tetangganya sendiri bahkan masih ada hubungan keluarga antara korban dan terduga pelaku.

Menurut salah satu warga yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) NTR kejadian bermula saat sekelompok anak ada muda tersebut diduga mabuk dan membler di depan tenda persiapan resepsi dan di depannya terdapat warga lain yang sedang ibadat.

BACA JUGA  Tim Advokasi Geothermal Keuskupan Agung Ende: Proyek Panas Bumi Ancam Ruang Hidup Masyarakat Flores

“Ada salah satu anak dari kelompok yang mereka minum itu lewat gas-gas motor kami masih diam saja, setelah itu turun lagi dari atas turun kebawa lagi rem habis gas-gas motor orang tua dong tegur, habis itu rombongan datang lempar tenda yang anak dong tida terima baik keluar ko langsung kena tikam,” kata NTR.

Selain itu dari pantauan awak media saat jenazah Raden diantar dari RSUD Gabriel Manek Atambua menuju rumah duka, keluarga korban menghadang ambulans di jembatan Beko tepat berdekatan dengan SMA terpadu HTM Halilulik untuk merebut peti jenazah lalu diarak keliling hingga ke rumah duka.

BACA JUGA  Presiden: Terima Kasih Pers Nasional atas Kontribusinya untuk Bangsa dan Negara

Rumah beberapa saksi dan terduga tersangka di lempari dengan batu hingga kaca jendela, pintu hancur dan bahkan satu buah unit rumah dibakar.

Untuk diketahui hingga kini situasi masih memanas, beberapa warga telah mengungsikan diri karena takut. Delapan buah rumah dirusak salah satunya dibakar.

Sesuai pantauan media di lokasi kejadian perkara hingga berita ini diterbitkan Tim Polres Belu bekerja sama dengan Koramil Halilulik, Polsek Tasbar dan Brimob masih siaga di beberapa titik yang dianggap rawan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!