Polres Belu Tetapkan 2 Tersangka Pelaku Penikaman di Desa Naitimu

Polres Belu telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam Kasus Penikaman yang menewaskan Raden (18) dan dua orang korban lainnya yang masih dalam perawatan intensid di rumah sakit.

Kedua tersangka yang ditetapkan yaitu JM dan RB dari Dusun Nanaerai, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar), Kabupaten Belu.

Dilansir dari Aktaduma.com, Kasatreskrim AKP Sujud Alim Yulamlam mengatakan sejauh ini telah ditetapkan dua tersangka.

“Sudah ada dua tersangka yakni JM dan RB,” kata Sujud melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/10/2022).

Selain itu untuk diketahui, situasi di Dusun Nanaerai masih dijaga ketat oleh personil gabungan Brimob, anggota Polres Belu dan Polsek Tasbar. Pasalnya masih ada dari pihak korban (Raden) yang masih memanas bahkan melempari rumah para tersangka dan para saksi sudah diamankan di Polres Belu.

BACA JUGA  Tampil Sederhana Menggunakan Kaos Warna Hitam dan Sendal, Kapolres Belu mengelilingi Pasar Halilulik.

Rumah-rumah tersangka maupun saksi terlihat sudah dikosongkan, para penghuni memilih menghindar atau mengungsikan diri.

Sedikitnya ada sembilan unit rumah dirusak, satunya diantaranya sampai dibakar masa.

Rumah-rumah tersebut merupakan milik para pelaku dan saksi yang sebelumnya telah diamankan anggota polisi Polres Belu.

Ditulis media ini sebelumnya,Kejadian naas yang menimpa Raden(18) saat sedang membantu kerja di persiapan resepsi nikah ditikam warga yang tak lain dari kampung tetangganya sendiri bahkan masih ada hubungan keluarga antara korban dan terduga pelaku.

Menurut salah satu warga yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) NTR kejadian bermula saat sekelompok anak ada muda tersebut diduga mabuk dan membler di depan tenda persiapan resepsi dan di depannya terdapat warga lain yang sedang ibadat.

BACA JUGA  Breaking News, Uskup Tertua di Indonesia Mgr. Anton Pain Ratu S.V.D. Tutup Usia

“Ada salah satu anak dari kelompok yang mereka minum itu lewat gas-gas motor kami masih diam saja, setelah itu turun lagi dari atas turun kebawa lagi rem habis gas-gas motor orang tua dong tegur, habis itu rombongan datang lempar tenda yang anak dong tida terima baik keluar ko langsung kena tikam,” kata NTR.

Selain itu dari pantauan awak media saat jenazah Raden diantar dari RSUD Gabriel Manek Atambua menuju rumah duka, keluarga korban menghadang ambulans di jembatan Beko tepat berdekatan dengan SMA terpadu HTM Halilulik untuk merebut peti jenazah lalu diarak keliling hingga ke rumah duka.

BACA JUGA  Diduga Aniaya Istrinya Berulangkali, Kadis Perhubungan Belu Dipolisikan

Rumah beberapa saksi dan terduga tersangka di lempari dengan batu hingga kaca jendela, pintu hancur dan bahkan satu buah unit rumah dibakar.

Untuk diketahui hingga kini situasi masih memanas, beberapa warga telah mengungsikan diri karena takut. Delapan buah rumah dirusak salah satunya dibakar.

Sesuai pantauan media di lokasi kejadian perkara hingga berita ini diterbitkan Tim Polres Belu bekerja sama dengan Koramil Halilulik, Polsek Tasbar dan Brimob masih siaga di beberapa titik yang dianggap rawan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.