Pohon Jati Kehutanan di Malaka Hilang, Diduga dicuri, Ini Kata Masyarakat

- Editor

Minggu, 20 Maret 2022 - 02:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohon Jati Milik Kehutanan Malaka diduga dicuri Sekelompok Orang, Ini Kata Masyarakat Kereana

Malaka, matatimornews -Sejumlah Pohon Jati di Kawasan Hutan Lindung di Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, diduga dicuri oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab dan sudah berulang kali pohon jati milik kehutanam ini bebas ditebang oleh orang tak dikenal.

Hal ini disampaikan Benediktus Kiik, Salah Satu Masyarakat Desa Kereana saat ditemui awak media ini di Kediamannya Minggu,20/03/2022

“Satu Minggu lalu, mereka(Kelompok yang diduga mencuri) sudah menebang 2 Pohon Jati di atas sini, Sedangkan pada beberapa bulan dan bahkan tahun lalu juga lebih dari dua pohon” jelas Benediktus

Masih menurut sumber yang sama, kelompok tersebut biasanya melakukan aksi mereka saat musim hujan.

“Biasanya mereka mau curi itu saat hujan, pas keadaan di sekitar sini sepi, jadi mereka bebas potong kayu di atas sini, dengan Sensor (Mesin Potong Kayu)”

BACA JUGA  Kabar Gembira! Bupati Kupang Pastikan TPP ASN Dibayar Penuh!

Benediktus Kiik, warga Desa Kareana Kab. Malaka ini, sangat prihatin dengan kejadian tersebut, karena kejadian hilangnya pohon jati di Desa Kereana bukan hanya satu kali, tetapi sudah berulang-ulang.

Dirinya mengatakan bahwa, seolah-olah tidak ada orang atau lembaga yang ditugaskan untuk menjaga hutan lindung tersebut.

“Saya Heran dengan pihak Kehutanan, orang (Kelompok yang diduga mencuri Kayu) mencuri ulang-ulang, tetapi pihak Kehutanan tidak Peka.

Mereka hanya duduk di kantor saja, tidak mau turun langsung ke lapangan untuk melihat keadaan hutan.”kesal Benediktus

BACA JUGA  PATRIA & Pemerintah Jepang Jalin kerja sama Dukung Wisata Hijau untuk Indonesia

Benediktus pun berharap agar segera ada pihak dari kehutanan Malaka yang segera ditugaskan di desa Kereana, dengan tujuan mengurangi atau memperkecil potensi pencurian kayu jati milik Negara tersebut.

“Coba ada Pihak Kehutanan yang bertugas di sini, pasti tidak ada lagi pencuri kayu yang mau mencuri sesuka hati di tempat ini.” Tutupnya. (TK)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia
Kasus Dana BOS SMAN 3 Kupang: Menanti Gelar Perkara Penetapan Tersangka
Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Sabtu, 11 April 2026 - 00:05 WITA

Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA

Rabu, 8 April 2026 - 13:41 WITA

Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!