PATRIA & Pemerintah Jepang Jalin kerja sama Dukung Wisata Hijau untuk Indonesia

- Editor

Senin, 22 Agustus 2022 - 15:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATRIA dan Pemerintah Jepang Jalin Kerja sama Dukung Wisata Hijau untuk Indonesia

Kerja sama antara Perkumpulan Alumni Mahasiswa Republik Indonesia (PATRIA) dan pemerintah Jepang dikarenakan Akibat dari pandemi COVID-19 selama lebih-kurang dua tahun yang juga mengakibatkan pendapatan masyarakat menurun drastis khususnya yang bergerak dalam bisnis pariwisata.

Berangsur menurunnya pandemi, gairah masyarakat global untuk kembali berwisata di seluruh Indonesia mulai meningkat. Tak heran pariwisata menjadi salah satu primadona pemulihan ekonomi negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat krisis ekologi global ini, maka Perkumpulan Alumni Mahasiswa Republik Indonesia (PATRIA) memandang perlu untuk mengimplementasikan green energy dalam green tourism.

“Misalnya, energi surya digunakan sebagai penerang pada lokasi-lokasi wisata di pulau Sumba”, ungkap Ferdi Antonio, Wakil Ketua Umum PATRIA Urusan Pendidikan, Riset, dan Teknologi.

BACA JUGA  Kerja Sama Tim Buser Polres Belu dan Kupang Berhasil Mengamankan Terduga Pelaku Pencurian dan Penggelapan

Karena Jepang terkenal sebagai negara yang punya teknologi maju dalam hal green energy dan green technology, PATRIA mengharapkan pemerintah Jepang bersedia mendukung PATRIA dalam pemberdayaan masyarakat melalui riset lapangan, transfer teknologi, dan edukasi.

Kanasugi Kenji, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, mengapresiasi dan sangat mendukung program yang ditawarkan PATRIA. Beliau menjelaskan bagaimana Jepang di era 1970-an juga pernah mengalami kerusakan lingkungan yang sangat parah, dimana sungai-sungai penuh dengan sampah dan busa sabun. Namun kini sungai-sungai bersih dan dipenuhi ikan, sehingga menjadi tempat berkumpul dan rekreasi bagi penduduk setempat.

Di Indonesia, Jepang juga banyak membantu proyek hijau, seperti budidaya ikan di Sabang (Aceh) dan Biak (Papua). Bahkan ikan yang dihasilkan dari budidaya tersebut diekspor ke Jepang. Kenji juga mencontohkan bantuan program pariwisata hijau di Danau Toba melalui Yayasan Toyota. “Pemerintah Jepang siap memfasilitasi PATRIA untuk bermitra dengan organisasi maupun individu di negara Jepang”, ujar Kenji.

BACA JUGA  Teks Natoni Adat - Uab Meto Amnuban (Tradisi Lisan)

PATRIA sangat berkepentingan bekerjasama dengan pihak Jepang karena saat ini di Nusa Tenggara Timur juga sedang diimplementasikan Laudato Si dengan mempromosikan Pulau Sumba sebagai Pulau Hijau (Green Island) untuk Pariwisata dan Energi di wilayah lainnya di Indonesia Timur.

Harapan ke depan, pihak Jepang bisa berkolaborasi dengan PATRIA untuk mempromosikan Pariwisata Hijau dan Energi Hijau di Indonesia, khususnya Indonesia Timur.

Selain itu, PATRIA melalui Ketua Umum yang biasa disapa Gustaf, dan Waketum Urusan Pendidikan, Riset, dan Teknologi, dr Ferdi, membicarakan secara serius soal kemungkinan beasiswa bagi kader-kader PATRIA yang tersebar di seluruh Indonesia untuk studi lanjutan ke Negeri Sakura.

BACA JUGA  Guna Mendukung Ketahanan Pangan, Kapolres Belu Bersama Muspika Menanam 35 Ribu Bibit Tomat Lahurus

“Kami siap bekerjasama dan mendukung program beasiswa untuk kader-kader PATRIA,” tambah Kenji, Duta Besar Jepang untuk Indonesia.

Turut hadir dalam Pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia pada hari Senin 22 Agustus 2022 di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta diikuti oleh Agustinus Tamo Mbapa (Ketua Umum), Septyarini (Sekretaris Jenderal), Ferdi Antonio (Wakil Ketua Umum Urusan Pendidikan, Riset, dan Teknologi), Samuel Henki Sigiro (Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Pendidikan, Riset, dan Teknologi), dan Gabriel Goa (Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Hubungan Internasional).

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!