Kota Hutanku, Limbah Airku
Gunung Tegak berdiri
hijau oleh pucuk-pucuk pinus
yang basah oleh rintik-rintik hujan
deras menyelimuti gunung
air hujan yang mengalir
melalui celah-celah batu
jernih, segar membawa berkah
namun itu semua semu
lihatlah, hijaunya pucuk-pucuk pinus
diganti dengan warna-warni megahnya gedung, rumah,
seakan berlomba menuju puncak tertinggi
siapa yang paling tinggi dia yang menang
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
airku kini berwarna pelangi dan berbau
kadang juga membawa emas bagi pemulung
Tangisan Hati Kecilku
Hidupku tak seenak orang kaya
apa saja dapat diminta
tercapi mudah tanpa sebuah rekayasa
tidur nyenyak…..makan enak…..
sekolahpun tak ada masalah
aku heran….
melihat diriku yang kecil kurus ini
tidur dengan nyamuk
makanpun apa adanya
miris sekali nasibku
aku ingin seperti mereka
berseragam….
bersepatu….
menggoreskan tinta….
dan juga mencium tangan kedua orang tuaku
kapan aku bisa sekolah?
Apa hanya mereka yang dapat menikmati sekolah
sedangkan aku hanya meratapi nasib?
katanya sekolah gratis
tapi………..aku masih sulit sekolah!
Halaman : 1 2







