Kotbah Katolik Minggu 3 September 2023

- Editor

Sabtu, 2 September 2023 - 21:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Minggu Biasa ke XXII

Rm. Chris Taus, Pr.

Paroki Sta. Helena Lili – Camplong

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Injil hari mgggu ini, kelanjutan dari Injil hari Minggu lalu. Setelah Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias, Yesus menjelaskan lanjut bahwa Dia Mesias, tapi Mesias yang menderita. Bukan Mesias politik. Petrus menolak bahwa Mesias itu akan menderita dan mati. 

Yesus tetap menerima Mesias yang menderita sesuai rencana dan kehendak Allah BapaNya.

Pada  masa Yesus, orang-orang Yahudi dijajah bangsa Romawi. Karena itu mereka mengharapkan Mesias yang datang akan membebaskan mereka dari penjajah Romawi. Dan Petrus dan para murid yang lain juga berpikir seperti orang-orang Yahudi pada umumnya. Karena itu para murid terkejut ketika Yesus yang adalah Mesias itu akan menderita, mati dan bangkit.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Paskah III, 23 April 2023

MESIAS YANG MENDERITA: Yesus memang Mesias/Pembebas, tetapi bukan Mesias Politik, tapi Mesias yang dikehendaki Allah Bapa. Dialah Mesias yang ditolak, menderita dan mati, tetapi kemudian Ia bangkit. Putera manusia harus menanggung banyak penderitaan dari tua-tua imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, lalu dibunuh. Tetapi dibangkitkan pada hari yang ke-tiga. Yesus sangat sadar dan tahu bahwa jalan penderitaan dan salib adalah jalan yang dikehendaki oleh Allah untuk menyelamatkan manusia. Salib adalah satu-satunya jalan yang mengantar manusia kepada keselamatan dalam Kerajaan surga.

Dan mulai saat itu Yesus sering berbicara tentang jalan Salib dan penderitaanNya. Meski demikian para muridnya tidak menangkap dan mengerti apa yang Yesus sampaikan dalam ajarannya. Semisal dalam Injil Mat. 17:21-23 Yesus berbicara tentang jalan Salib dan penderitaan dan syarat-syarat untuk mengikuti Yesus, para murid sibuk bertengkar tentang KELAK SIAPA YANG TERBESAR DI ANTARA MEREKA.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa 32, 12/11/2023

Dengan menerima jalan salib dan penderitaan, Yesus ingin menegaskan bahwa jalan salib dan penderitaan bukan pilihan, soal mau atau tidak, tetapi ini adalah jalan keniscayaan. Jalan salib dan penderitaan adalah jalan berkat Allah, yang berarti penderitaan dan salib ada dibawah kuasa Allah. Dalam ketaatan yang penuh akan Kehendak Allah, Yesus menerima Salib sebagai BAGIAN UTUH DARI RENCANA DAN KEHENDAK ALLAH dan jalan Salib ini merupakan kehendak Allah. Inilah pokok misteri iman kita. KRISTUS TELAH WAFAT ,KRISTUS TELAH BANGKIT, KRISTUS AKAN KEMBALI DALAM KEMULIAANNYA.

BACA JUGA  Renungan / Kotbah Katolik Minggu Prapaskah II - Rm. Chris Taus, Pr.

Jalan Salib Yesus ini hendaknya menjadi jalan hidup kita. Karena itu Yesus berkata kepada murid-muridNya. Setiap orang yang ingin mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku. Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menerimanya.

PESAN: Panggilan menjadi orang kristiani adalah panggilan untuk mengikuti Yesus di jalan SalibNya. Yang setia mengikuti Yesus akan memperoleh keselamatan dalam Kerajaan surga.

Tema Bulan Kitab Suci Nasional.   Allah sumber kasih dan keselamatan. 

Minggu Biasa ke 22

Minggu Kitab Suci Nasional

Yes,20,7-9

Mat,16,21-27

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WITA

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Oplus_131072

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!