Khotbah Minggu Prapaskah I || RD. Jhon Chris Taus

- Editor

Sabtu, 5 Maret 2022 - 22:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rd. Jhon Chris Taus – Pastor Rekan Paroki Santa Helena Camplong

Minggu Prapaskah I

Ul. 26:4-10; Mzm. 91:1-2,10-11,12-13,14-15; Rm. 10:8-13; Luk. 4:1-13.BcO Kel. 5:1-6:1

Perayaan-perayaan kita, hakekatnya kita mengenang dan menghadirkan kembali apa yg telah Allah kerjakan untuk menyelamatkan kita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bangsa Israel, mereka mengenang kembali karya keselamatan Allah mulai dari pembebasan Mesir, ziarah Padang gurun sampai tiba di tanah Terjanji Kanaan negeri susu dan madu.

Ekaristi yg kita hadiri setiap kali, Kita mengenangkan Yesus yang telah menderita untuk menyelamatkan kita.

Inilah sejarah keselamatan kita yang berawal dari ADAM LELUHUR KITA sampai kepada Yesus Kristus penebus dan penyelamat.

Karena Adam leluhur kita yang tidak taat dan setia kepada Allah penciptanya maka, kita jatuh dalam dosa.

Karena Yesus yg taat dan setia kepada Kehendak Allah Bapa, maka kita selamat.

BACA JUGA  Melintasi Jalan Raya Putus, Prajurit Kikav KKA bersama Keuskupan Atambua dan Prajurit Satgas Pamtas RI RDTL Menyambangi Posko Bencana Longsor

Yesus dicobai iblis seperti Adam. Namun Adam menyerah kepada cobaan iblis. Sedangkan Yesus TIDAK PERNAH MENYERAH KEPADA GODAAN IBLIS.

Karena itu Yesus disebut Adam yg baru atau Adam kedua. Adam pertama kita binasa,Yesus Adam kedua, kita hidup.

Kisah Yesus dicobai iblis di Padang gurun kembali mengingatkan kita akan Exodus. Pengembaraan Israel di Padang gurun 40 tahun lamanya.

Sekali lagi Israel dan Yesus sama2 dicobai di Padang gurun. Setelah Yesus dibabtis di sungai Yordan seperti juga Israel melewati penyebrangan Laut merah/karya Allah yg terbesar bagi Israel dan pengalaman Israel di Padang gurun 40 tahun lamanya Yesus dicobai iblis dalam puasaNya 40hari di Padang gurun.

Israel seperti Adam menyerah kepada cobaan iblis,YESUS MENANG DENG AN MENOLAK SEGALA BENTUK COBAAN IBLIS.

BACA JUGA  Tanpa SK Pemberhentian dari Bupati Belu, Oknum BPD ini Diduga Sebagai Pelaksana Proyek DD.

Inilah 3 kegagalan Israel menyerah kepada cobaan: 1) ketika di padang gurun mereka lapar dan haus, mereka menggerutu terhadap Musa. Tuhan memberi mereka roti Manna artinya roti dari mana dan air dari Wadas. 2) ketika di Padang gurun mereka LUPA KEPADA ALLAH YANG SETIA SELAMATKAN MEREKA dan menyembah dewa-dewa kafir, 3) ketika mereka sampai di tempat yang disebut Masa Meriba mereka mencobai Allah Yahwe mereka, Adam juga menyerah kepada godaan iblis.

Yesus MENOLAK DENGA KERAS SETIAP BENTUK GODAAN IBLIS. 1) Jika Engkau Putera Allah, suruhlah batu-batu ini menjadi Roti. Yesus : manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap Sabda Allah. 2) Yesus dibawa ke tempat yang tinggi dan diperlihatkan segala kerajaan. Iblis: semua ini akan kuberikan kepadaMU, jika engkau menyembah aku. Yesus: Ada tertulis engkau harus menyembah Tuhan Allahmu .dst. 3) Yesus dibawa ke Bubungan Bait Allah. Iblis : jika engkau Putera Allah, jatuhkan diri ke bawah dst. ..Yesus : ada tertulis:JANGANLAH ENGKAU MENCOBAI TUHAN ALLAHMU. Dengan sikap tegas Yesus, iblis mengundurkan diri.

BACA JUGA  Khotbah Katolik Hari Minggu Tritunggal Mahakudus

Kita juga sedang berpuasa mengikuti Yesus maka kita juga akan mengalami cobaan iblis seperti Yesus.

Ketika alami cobaan iblis LAWANLAH IBLIS DENGAN CARA : PUASA, SEDEKAH DAN DOA.

Sedekah/derma, kita belajar melepaskan diri dari hal-hal duniawi yg sifatnya material. Dengan berpuasa, kita belajar ugah hari dan pengendalian diri.

Dengan Doa, kita belajar merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengandalkan kekuatan Tuhan. Amen

Selamat berpuasa….

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!