Kebijakan Gereja Katolik dalam Pembanguan Hidup Berkeluarga (1)

Mukjizat Perkawinan - Oleh RD. ANSELMUS LEU - Komisi Keluarga Keuskupan Agung Kupang

- Editor

Selasa, 10 Juni 2025 - 00:30 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Keluarga - Hasil AI

4. Reksa Pastoral untuk Pasangan Nikah Sipil atau Pasangan Hidup Bersama

Pentingnlah mengadakan dialog pastoral dengan orang-orang yang  dalam keadaan sulit tidak dapat menikah secara Kristiani. Pastor-pastor hendaknya mengenali  unsur-unsur yang dapat mengembangkan evangeliasasi serta pertumbuhan manusia secara rohani  dan jasmani . Unsur-unsur baru dalam karya pastoral zaman   sekarang adalah kepekaan terhadap aspek-aspek positif perkawinan sipil dan dengan perbedaan-perbedaan yang jelas, ‘hidup bersama di luar pernikahan”.

Bapak Sinode memperhatikan bahwa di banyak Negara “semakin meningkat jumlah orang yang hidup bersama  ad experimentum, dalam ikatan yang belum diakui secara agama  dan sipil” (Instrumentum Laboris, 81).

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024

Beberapa Negara ditemukan praktik kehidupan perkawinan tradisional yang diatur oleh keluarga yang dirayakan dalan beberapa tahap.  Juga semakin meningkat pasangan keluarga yang hidup bersama untuk waktu jangka yang panjang akhirnya meminta perkawinan Gerejani.  Ada pula kehidupan bersama sering merupakan sikap hidup menentang apa yang melembanga.  Juga ada yang hidup bersama untuk menanti kehidupan ekonomis yang lebih terjamin (pekerjaan dan penghasilan yang tetap). Juga banyak kehidupan bersama disebabkan oleh karena biaya perayaan Perkawinan terlalu mahal sehingga mendorong mereka untuk hidup dalam perkawinan de fakto.

 

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 10:47 WITA

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 22 Agu 2026 - 20:32 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:36 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:01 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version