Kebijakan Gereja Katolik dalam Pembanguan Hidup Berkeluarga (1)

Mukjizat Perkawinan - Oleh RD. ANSELMUS LEU - Komisi Keluarga Keuskupan Agung Kupang

- Editor

Selasa, 10 Juni 2025 - 00:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga - Hasil AI

Keluarga - Hasil AI

4. Reksa Pastoral untuk Pasangan Nikah Sipil atau Pasangan Hidup Bersama

Pentingnlah mengadakan dialog pastoral dengan orang-orang yang  dalam keadaan sulit tidak dapat menikah secara Kristiani. Pastor-pastor hendaknya mengenali  unsur-unsur yang dapat mengembangkan evangeliasasi serta pertumbuhan manusia secara rohani  dan jasmani . Unsur-unsur baru dalam karya pastoral zaman   sekarang adalah kepekaan terhadap aspek-aspek positif perkawinan sipil dan dengan perbedaan-perbedaan yang jelas, ‘hidup bersama di luar pernikahan”.

BACA JUGA  PERTRANSIIT BENEFACIENDO, AD VITAM AETERNAM

Bapak Sinode memperhatikan bahwa di banyak Negara “semakin meningkat jumlah orang yang hidup bersama  ad experimentum, dalam ikatan yang belum diakui secara agama  dan sipil” (Instrumentum Laboris, 81).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa Negara ditemukan praktik kehidupan perkawinan tradisional yang diatur oleh keluarga yang dirayakan dalan beberapa tahap.  Juga semakin meningkat pasangan keluarga yang hidup bersama untuk waktu jangka yang panjang akhirnya meminta perkawinan Gerejani.  Ada pula kehidupan bersama sering merupakan sikap hidup menentang apa yang melembanga.  Juga ada yang hidup bersama untuk menanti kehidupan ekonomis yang lebih terjamin (pekerjaan dan penghasilan yang tetap). Juga banyak kehidupan bersama disebabkan oleh karena biaya perayaan Perkawinan terlalu mahal sehingga mendorong mereka untuk hidup dalam perkawinan de fakto.

 

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30
Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani
25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:57 WITA

Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!