Kotbah Minggu Biasa XXIII Oleh Rm. Chris Taus, Pr – Paroki Stam Helena Camplong
Kita menyatakan diri sebagai orang Kristen Katolik: pengikut Kristus, murid-murid Kristus. Kita bangga menjadi orang Katolik.
Setiap kita tentu memiliki alasan atau motivasi untuk menjadi seorang Katolik. Ada yang karena warisan iman orang tua, karena perkawinan, karena ketertarikan akan ajaran-ajaran Gereja Katolik, atau bahkan hanya sekadar ikut-ikutan. Namun demikian, ketika kita sungguh menyatakan diri sebagai orang Katolik, kita harus ingat bahwa Yesuslah yang membuka jalan ini. Dan Yesus menuntut agar kita menjadi pengikut-Nya dengan sepenuh hati, bukan setengah-setengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalan yang ditawarkan Yesus bukanlah jalan yang mudah, melainkan Jalan Salib dan penderitaan. Inilah satu-satunya jalan menuju keselamatan, dan kita dituntut untuk mengikuti-Nya. Seperti tertulis:
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak menjadi murid-Ku.” (Luk 14:27)
Empat Syarat Mengikuti Kristus
Secara garis besar, ada empat syarat yang dituntut Yesus dari setiap pengikut-Nya:
- Mengasihi Yesus di atas segalanya.
Mengasihi Kristus dengan segenap hati dan seluruh kekuatan, lebih daripada keluarga, harta kekayaan, atau hal lain apa pun. - Siap dan rela memikul salib.
Jalan hidup Yesus adalah jalan salib. Maka kita pun harus siap menanggung penderitaan demi iman, menyangkal diri, dan tetap setia. - Melepaskan diri dari harta duniawi.
Bersedia hidup sederhana dan tidak terikat pada kekayaan, seperti kisah pemuda kaya yang diminta Yesus meninggalkan hartanya. - Memiliki komitmen yang matang.
Menjadi pengikut Kristus tidak boleh asal ikut-ikutan. Yesus menggambarkannya seperti orang yang ingin membangun menara—ia harus menghitung biayanya dengan matang; atau seorang raja yang hendak berperang—ia harus menghitung kekuatan yang ia miliki.
Mengikuti Yesus berarti membuat keputusan dewasa, dengan kesadaran penuh akan risiko dan konsekuensinya, agar tidak goyah di kemudian hari.
Kebijaksanaan Membawa kepada Keselamatan
Kitab Kebijaksanaan menulis bahwa segala kebijaksanaan berasal dari Allah. Kebijaksanaan membantu manusia mengenal Allah dan kehendak-Nya. Barang siapa mengenal Allah, ia akan membiarkan dirinya dituntun menuju keselamatan. Maka, kebijaksanaan adalah jalan yang menuntun kita kepada hidup kekal.
Pesan Iman
- Menjadi orang Katolik adalah kebanggaan, tetapi sekaligus tantangan, sebab jalan Kristus adalah jalan salib. Kita harus berani memikul salib.
- Seorang Katolik harus menjadikan Kristus pusat hidupnya. Rasul Paulus berkata: “Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam diriku.”
- Selamat memasuki Bulan Kitab Suci Nasional dengan tema: “Allah adalah Sumber Pembaharuan Hidup.” Biarkan Sabda Allah menuntun hidup kita menuju pembaharuan iman.
Minggu Biasa XXIII
Hari Minggu Kitab Suci Nasional ke-25
Bacaan: Kebijaksanaan 9:3-18; Lukas 14:25-33







