Kasihilah Musuhmu & JANGAN BALAS DENDAM – Minggu Biasa VII

Kotbah Katolik

- Editor

Jumat, 21 Februari 2025 - 23:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu Biasa VII Oleh Rm. Chris Taus, Pr – Paroki Sta. Helena Lili – Camplong.

Sifat manusia pada umumnyabalas dendam kepada orang yang menyakitinya atau musuhnya. Orang baru merasa puas kalau ia bisa balas dendam. Karena dengan balas dendam orang merasa harga dirinya yang sudah jatuh dipulihkan kembali.

Perasaan dendam ini terkadang bisa berlangsung turun temurun. Orang baru merasa puas kalah ia sudah balas dendamnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orang Yahudi hidup dalam hukum Taurat Musa. Hukum Taurat Musa, MELARANG setiap orang Yahudi untuk membalas dendam kepada sesama atas alasan apapun. Janganlah engkau menuntut balas dendam kepada sesama bangsamu tetapi kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri (Imamat,19,18).

Bagi orang Yahudi sesama manusia hanya terbatas dalam lingkup orang Yahudi. Mengasihi sesama berarti mengasihi hanya orang Yahudi.Titik.

Pada sisi yang lain, orang Yahudi menganut hukum pembalasan dendam YANG SETIMPAL seperti mata ganti mata, gigi ganti gigi,dst. Semisal kalau orang sakitimu di mata balas dia di matanya, mulut ya balas di mulutnya. Tetapi kalau sakiti di mata lalu balas di bagian tubuh yang lain, itu masalah baru. Dan orang Yahudi sangat kuat pegang prinsip ini. Mata ganti mata, gigi ganti Gigi.

BACA JUGA  Renungan Katolik Rabu 02 November 2022

Bagi orang Yahudi, hukum balas dendam yang setimpal ini terasa sangat adil, kalau dibandingkan dengan hukum balas dendam umumnya. Karena memperkecil masalah balas dendamnya. Gigi ya gigi saja.

Yesus sebagai orang Yahudi dalam mewartakan ajaran Injil kabar gembira, sangat memperhatikan bagaimana orang Yahudi memperlakukan sesama soal balas dendam dll. Maka Yesus mengajarkan Hukum Baru yaitu Hukum Kasih yang cakupan yang jauh lebih luas, dan lebih radikal tuntutannya.

Sesama manusia ialah semua orang siapa saja tanpa batasan apapun .
Soal musuh dan org yang membenci kita. Inilah ajaran Yesus: kasihilah musuhmu, berbuat baik kepada orang yang membenci kamu, minta berkat bagi orang yang mengutuk kamu, jika ada yang tampar pipi yang satu, beri pipi ya g lain dst.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa XIV, 03 Juli 2022

Ini menjadi ajaran baru bagi orang Yahudi dan setiap pengikut Yesus. Rasanya berat untuk laksanakan, karena sangat radikal dan tidak ada dalam hukum Taurat. Kita masih ingat orang Samaria yang baik hati.

DASAR ajaran hukum Baru ini ialah apa yang menjadi inti bacaan Injil minggu ini : HENDAKLAH KAMU BERBELAS KASIH SEBAGAIMANA BAPAMU BERBELASKASIH. (hendaklah kamu murah hati seperti Bapamu murah hati).

Dalam ajaran Yesus tentang Bapa yang berbelas kasih, kita dapat menemukan sifat-sifat Allah yang berbelas kasih kepada sesama siapa saja, termasuk yang memusuhi kita.

Setiap pengikut Yesus kita dituntut untuk BERBUAT LEBIH kepada sesama kita, terutama yang menjadi musuh kita .
Yesus tidak saja ajarakan, tetapi Yesus sendiri berbuat. Di atas kayu salibNya ia do’akan para algojo yang mengakibatkan Dia. Tuhan… ampunilah mereka.. karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

BACA JUGA  Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Kisah Raja Daud dan Saul dalam bacaan pertama menjadi contoh kuat. Bagamana mencintai musuh. Daud biarkan Saul yang ingin membunuhnya tetap hidup. Karena Daud tidak balas dendam kepada Saul, meskipun peluang itu ada.

PESAN IMAN.

  1. Mencintai musuh dan doakan orang yang sakiti kita, sungguh ajaran yang sangat radikal dan menantang. Nerat memang tetapi inilah jalan keselamatan yang Yesus jalani dan menjadi jalan setiap pengikut Yesus. Mutu kemuridan kita terletak di sini
  2. Jangan balas dendam, karena balas dendam Akar dari segala dosa. kain bunuh Abel karena balas dendam.

MINGGU BIASA VII
1Sam:26,2,7-9,12-13,22-23
Luk,6,27-38

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta
Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60
Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus
Janji Roh Kebenaran: Penyertaan Allah yang Kekal
Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan
Menemukan Tuhan dalam Keseharian
Belajar dari Thomas: Saat Keraguan Bertemu dengan Kerahiman Tuhan
Memasuki Pekan Suci: Menelusuri Jejak Yesus di Minggu Palma
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:58 WITA

Janji Roh Kebenaran: Penyertaan Allah yang Kekal

Sabtu, 25 April 2026 - 16:52 WITA

Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!