Karyawan Toko Bintang Mas Dikeroyok Tiga Orang Wanita Hingga Berlumuran Darah

- Redaktur

Jumat, 19 Januari 2024 - 06:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu, News.Matatimor – Net : Salah satu karyawan Toko Bintang Mas dikeroyok oleh tiga orang wanita yang diduga ibu dan anak hingga korban berlumuran darah akibat cakaran. Jumat 19/01/2024

Kejadian tersebut diduga dilakukan oleh tiga orang wanita yang diduga ibu dan anak terhadap EM yang sebagai korban pengeroyokan pada, rabu 10 januari 2024 sekitar pukul 15 : 01 wita.

Menurut korban EM yang ditemui news.matatimor – net, mengaku kejadian tersebut dilakukan oleh Maria Bete (mertua korban.red) dan kedua anaknya Serli dan Nona atau sering disapa tantri.

Korban (EM) mengaku dirinya tidak ada masalah apapun dengan ketiga terduga pelaku sehingga kejadian itu mengakibatkan EM mengalami luka cakar pada pipi, bibir, leher hingga kedua tangan.

Saya tidak ada masalah apapun dengan mereka karena saya fokus kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup saya dan keluarga, hanya saja saya kaget saat hendak pulang kerja, tiba-tiba saya sudah di tunggu oleh mereka lalu saat saya turun tangga nona dan tantri masing-masing pegang kedua tangan saya dan langsung di serang. Jelas EM

BACA JUGA  Mengusik Nadir DemokrasiOleh: Theo Kiik

Kata dia, bukan hanya saja saya dipukul tetapi saya juga dicaci maki dengan kata -kata yang yang tidak sopan dan disaksikan banyak orang saat itu,

Tambahnya, maka dari itu, saya langsung di antar teman kerja untuk membuat laporan polisi di Polres Belu pada saat itu juga.

Saya juga sudah melakukan visum di rumah sakit umum dan vidio pengeroyokan juga sudah saya serahkan ke pihak kepolisian, harapan saya masalah ini dapat diselesaikan sehingga bisa jelas apa alasan mereka datang menyerang saya di tempat kerja apalagi disaksikan banyak orang. Harap EM

BACA JUGA  Ini Pernyataan Lengkap Kabid Bansos Dinsos yang dianggap Merugikan Pihak Kantor Pos

Aduan korban EM tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP / 11 / I / 2024 / SPKT / Polres Belu / Polda NTT, Tanggal 10 Januari 2024.

Polres Belu melalui Kasat Reskrim Djafar Alkatiri yang di hubungi media ini melalui pesan whatsapp, pada jumat 19 januari 2024 pagi belum merespon hingga berita ini dipublikasikan.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia
Kasus Dana BOS SMAN 3 Kupang: Menanti Gelar Perkara Penetapan Tersangka
Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Sabtu, 11 April 2026 - 00:05 WITA

Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA

Minggu, 29 Maret 2026 - 06:01 WITA

Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia

Berita Terbaru

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Belajar dari Thomas: Saat Keraguan Bertemu dengan Kerahiman Tuhan

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:06 WITA

error: Content is protected !!