Mengusik Nadir Demokrasi
Oleh: Theo Kiik

- Editor

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika uang mendapat tahkta yang tinggi,
Atap langit kebenaran kian kelabu
Terang keadilan redup tak terurai,
Alam dan malam pun turut membisu.

Suara riuh kampanye mengusik sunyi,
Ketenangan batin politisi terganggu,
Gejolak ego partai tak tersaingi,
Jua seturut pecah suku dan kubu.

Hei kawan. pertarungan itu cinta telah usai,
Kini saatnya melawan cumbu,
Kawan-lawan hendak memangsai,
Raja dan pemimpin saling berburu.

BACA JUGA  Wabup SBD Buka Open Turnamen Pacuan Kuda Kapolres SBD Cup

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hamba dan rakyat kehilangan nurani,
Rela menjadi babu,
Pada uang, takhta, dan hasrat ragawi.
Sedang akal sehat, dimakam dahulu.

Dunia penuh dinamika,
Sekat dan pekat politik makin larut,
Meski kaum kecil merana,
Namun Amarah kelompok penguasa tak kan surut.

Tensi politik tergerus dalam arus emosi.
Pemenang kontestasi terap sistem balas jasa.
Balas dendam pun tak mampu diakhiri.
Tak sadar, mereka menciderai asas politik dalam negara.

BACA JUGA  Fakta Unik Semifinal Persada SBD vs Persena Nagekeo

2024 Hampir tiba,
Tahun-tahun kejam dalam negara,
sebab kaum elit mengobrak-abrik rakyat jelata,
untuk memenangkan hati rakyat dalam suatu masa.

2014 dan 2019 telah berlalu jua,
Mari kita membuka cakrawala,
membanding kisah pada tiap masa,
yang pernah dipajang pada dinding-dinding aksara.

Malaka, 29 Maret 2023

Mengusik Nadir Demokrasi;
Sebuah catatan usang tentang janji politik yang digaungkan oleh para politisi waktu 2 periode lalu. Periode pertama dan kedua itu telah dan hampir usai. Penikmat-penikmat hasil kemenangan itu ialah keluarga, kelompok dan team pemenang sementara rakyat kecil masih menderita dan manatap dari balik tirai kebahagiaan para elit politik.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30
25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Satu Malam di Nauen: Doa, Jamuan, dan Cerita Persaudaraan
Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial
Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:50 WITA

Satu Malam di Nauen: Doa, Jamuan, dan Cerita Persaudaraan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial

Senin, 1 Juni 2026 - 10:47 WITA

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Berita Terbaru

RD. Ansel Leu

Iman & Gereja

Jubah Putih Kita Telah Dicuci dalam Darah Anak Domba

Minggu, 1 Nov 2026 - 18:23 WITA

error: Content is protected !!