Kapolres Belu Rasa Bupati di HUT-RI ke 78, Warga Haliwen : Kami Merasa Dianak Tirikan PemKab

- Editor

Jumat, 18 Agustus 2023 - 10:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor-Net : Dengan adanya Program Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo yaitu Jumat Curhat yang dilakukan serentak di seluruh wilayah NKRI.

Dengan adanya program jumat curhat tersebut, Kapolres Belu AKBP, Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, S.I.K bertatap muka dan diskusi bersama seluruh masyarakat Kabupaten Belu sehingga dapat menjawab kesulitan yang dialami warga masyarakat Fohome dan Haliwen.

Adanya program jumat curhat tersebut berhasil membuka mata rantai kegelapan yang dirasakan Warga Fohomea selamat 24 tahun.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Bantuan Listrik dan air bersih yang diterima warga Fohomea dari Polres Belu merupakan aksi nyata yang dirasakan bukan sekedar janji belaka.

Kerja nyata dari Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak yang dirasakan warga fohomea sekaligus memutuskan mata rantai kegelapan selama 24 tahun.

BACA JUGA  Hampir Berulang Tahun, Korban Seroja di Belu sudah dua kali Mengungsi

Ketika mendampingi Wamendagri untuk meninjau salah satu lokasi pengeboran yang berada di Haliwen Kapolres Belu mendapat sambutan yang meriah dengan teriakan Kapolres,,Kapolres sambil bertepuk tangan bahkan tetesan air mata dari sejumlah warga.

Bantuan Listrik dan kebutuhan Air bersih yang diterima masyarakat Fohomea dari Polres Belu ini seharusnya bagian dari kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu, namun justru hal itu terbalik justru dilakukan oleh Kapolres Belu.

” sudah 24 tahun kami hidup dalam kegelapan, tidak ada listrik, susah dapat air bersih, akses jalan juga parah, tapi kami bersyukur karena Kapolres Belu Membantu kami dengan ikhlas,” tutur tokoh Masyarakat Fohomea, Fernando Baros, kamis,17 Agustus 2023.

Dikatakan Fernando, selamat 24 tahun sah secara hukum menjadi warga negara indonesia namun tidak pernah merasakan mengakses Listrik, air, jalan dan rumah layak huni.

BACA JUGA  Alunan 1.000 Sasando Getarkan Dunia

” kecintaan kami terhadap Merah Putih dan NKRI hanya bisa dibayar dengan kesengsaraan, kegelapan hingga rumah yang tidak layak huni. Lantas dimana Pemkab belu,” tanyanya dengan penuh kekesalan.

Dijelaskan Fernando, pada tanggal 22 juli 2023, pertemuan warga Fohomea dengan Kapolres belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak akhirnya ditemukan titik terang.

” kami bertemu dan menyampaikan keluhan kami kepada bapak kapolres belu, dan beliau merespon dengan baik,” tuturnya.

” pada tanggal 22 juli 2023 kami menceritakan keluhan kami kepada bapak kapolres Belu, dan pada tanggal 26 juli 2023 akhirnya tiang listrik pun turun oleh PT Mandiri kupang,” tandasnya.

BACA JUGA  Lokakarya Budaya G20, Hadirkan Beragam Permainan Tradisional Indonesia

Tidak hanya itu, jelas Fernando, pada tanggal 28 juli 2023 kapolres belu menurunkan Mesin Bor Air di Trans Fohomea.

Tidak butuh waktu lama, Tegas Fernando, pada tanggal 15 Agustus 2023 masyarakat Fohomea bisa menikmati penerangannya listrik.

Menurut Fernando, yang dilakukan Kapolres Belu seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) belu.

” setiap 5 tahun kamu selalu memberikan hak suara untuk memilih pemimpin tetapi sama saja, sudah beberapa kali ganti bupati tapi tetap sama saja,” tandasnya.

Dikatakannya, pihaknya sudah menyampaikan keluhan masyarakat Fohomea kepada Kapolres belu untuk memperjuangan usulan masyarakat.

” kami warga eks timor – timur yang ada di Kabupaten belu merasa diri kami dianak tirikan oleh Pemkab belu,”tegasnya.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

Grafis oleh matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Sabtu, 4 Jul 2026 - 07:54 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 17:33 WITA

error: Content is protected !!