Indonesia-FIFA Upayakan Solusi Piala Dunia U20

BERITA, OLAHRAGA41 Dilihat

Jakarta _ matatimor.net – Keputusan Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA yang memilih Indonesia sebagai tuan rumah putaran final Piala Dunia U20 dalam kongres tahunan mereka di Shanghai, Tiongkok pada 24 Oktober 2019 tentu menjadi sebuah kejutan. Betapa tidak, karena dalam proses pemilihan (bidding) awal, Indonesia harus bersaing dengan kandidat-kandidat lainnya seperti Bahrain, Brasil, Peru, Myanmar dan Thailand yang mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama.

Dalam proses lanjutan, nama Indonesia meluncur mulus bersama Brasil dan Peru sebelum akhirnya kisah indah itu pun dimulai. Semula, FIFA menjadwalkan kompetisi sepak bola terbesar sejagat khusus usia di bawah 21 tahun itu diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2021. Badai pandemi virus corona yang menghantam dunia sejak awal 2020 dan makin memburuk hingga awal 2021 memaksa induk olahraga sepak bola yang bermarkas di Swiss tersebut menunda pelaksanaannya ke 2023.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berupaya menyiapkan diri termasuk memilih stadion-stadion terbaiknya untuk menjamu 24 tim nasional terbaik dari lima benua untuk bertarung di lapangan rumput. Indonesia pun telah bersiap menyambut kedatangan ke-24 tim tersebut kendati sedari awal belum mengetahui timnas mana saja yang akan lolos.

Agar bisa lolos, 190 negara anggota FIFA harus saling bersaing dalam babak kualifikasi. Ketika terpilih, mereka juga menjadi wakil dari konfederasi sepak bola benua masing-masing.

Benua Amerika yang diwakili oleh dua konfederasi sepak bola, mengirim delapan wakil terbaik mereka hasil seleksi termasuk di dalamnya juara dunia lima kali Brasil. Benua Afrika diwakili oleh empat timnas, sama seperti Asia ditambah timnas Indonesia karena faktor tuan rumah.

Di luar itu terdapat pula dua wakil benua Australia dan Eropa yang meloloskan lima wakil mereka termasuk dua negara juara Piala Dunia U20, yaitu Prancis (juara 2013) dan Inggris (2017). Terselip di antara kelima negara itu adalah Israel yang tampil di ajang ini untuk pertama kalinya, sama seperti Honduras, wakil Amerika.

Baca Juga  Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar El Tari Memorial Cup

Israel lolos ke Indonesia setelah dalam babak kualifikasi U20 yang diadakan konfederasi Eropa yakni UEFA di Slovakia, 18 Juni-1 Juli 2022 sukses melaju sampai babak final dan berjumpa Inggris, juara U20 Eropa 11 kali. Dalam final yang diadakan 1 Juli 2022 di Stadion Anton Malatinsky, Kota Trnava dan dipimpin wasit Antonio Nobre dari Portugal, Timnas Three Lions sukses menyikat Israel dengan skor 3-1.

Lolosnya timnas Israel ke Indonesia rupanya memunculkan sebuah kisah baru karena adanya penolakan oleh sejumlah kalangan di tanah air. Tidak adanya hubungan diplomatik dan besarnya dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan negara Palestina menjadi pemantiknya. Hal tersebut kemudian direspons secara bijak oleh Duta Besar Palestina di Jakarta, Zuhair Al-Shun.

Pisahkan Olahraga-Politik

Dalam sebuah keterangan pers yang diadakan di kantornya, Rabu(15/3/2023) lalu, Al-Shun menyadari bahwa setiap federasi olahraga di dunia memiliki aturannya masing-masing dan mesti ditaati oleh seluruh negara anggotanya. Hal serupa tentunya juga berlaku di dalam FIFA.

Pria kelahiran 31 Juli 1958 itu menyatakan bahwa partisipasi masing-masing negara yang akan mengikuti putaran final Piala Dunia U20 2023 tidak ada kaitannya dengan sentimen suatu negara. Al-Shun berbesar hati menerima seluruh negara termasuk Israel bertanding di Indonesia kendati dirinya sejak kecil sampai remaja menyaksikan sendiri tentara zionis memperlakukan rakyat Palestina.

Sebagai wakil Palestina di Indonesia, dirinya menyatakan negaranya bakal “hadir” di ajang tersebut karena diadakan di Indonesia yang menurut Al-Shun sudah seperti tanah air keduanya. Ia menyatakan, rakyat dan bangsa Indonesia selalu ada di hati rakyat Palestina sampai kapan pun dan tetap menghargai jalinan persahabatan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Tentu saja partisipasi masing-masing negara di Piala Dunia U20 2023 tidak ada kaitannya dengan suka atau tidak suka dengan negara peserta tersebut. Saya yakin Palestina juga tetap ada di hati rakyat Indonesia, pemerintah, dan negara Indonesia. Palestina juga akan hadir dalam event yang akan diadakan di Indonesia,” tegas doktor Administrasi Bisnis dari Universitas Rajathan, Jaipur, India.

Baca Juga  Ini Alasan,145 pelacur Karang Dempel (KD) Masih Menempati Lokalisasi.

Dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/3/2023) malam terkait pelaksanaan putaran final Piala Dunia U20 2023 dan kehadiran Israel di dalamnya, Presiden Joko Widodo pun menyinggung sikap Palestina yang disuarakan oleh Al-Shun tersebut. Bahkan, Presiden mendukung pernyataan Dubes Palestina bahwa FIFA mempunyai aturan yang harus ditaati oleh seluruh negara anggotanya termasuk Indonesia dan Israel serta Palestina.

Sebaliknya, Indonesia selalu kokoh dan konsisten dalam mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta bersama negara-negara anggota ASEAN berupaya dalam penyelesaian two states solution bagi Israel dan Palestina. Dukungan itu selalu digaungkan oleh Indonesia dalam setiap forum multilateral dan internasional, apalagi sesuai konstitusi, Indonesia dengan politik luar negeri bebas aktif menolak setiap upaya penjajahan di atas dunia.

Termasuk ketika Presiden menerima kunjungan Al-Shun di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/3/2023). Saat itu Dubes Palestina menyampaikan ucapan selama berpuasa kepada rakyat Indonesia dan dibalas oleh Presiden bahwa bangsa Indonesia akan terus berjalan bersama rakyat Palestina.

“Saya menjamin, keikutsertaan Israel tidak ada kaitannya dengan konsistensi dan posisi politik luar negeri kita terhadap Palestina. Karena dukungan kita kepada Palestina selalu kokoh dan kuat. Dalam urusan Piala Dunia U20 2023 ini kita sepakat dengan Dubes Palestina bahwa FIFA mempunyai aturan yang harus ditaati anggotanya. Jadi, jangan mencampuri urusan olahraga dengan politik,” tegas Presiden.

Kepala negara kembali menyatakan bahwa sejak awal Indonesia tidak mengetahui timnas mana saja yang akan lolos dan berlaga di Indonesia termasuk Israel karena semua harus mengikuti proses prakualifikasi dan kualifikasi. Pihak FIFA, lanjut Presiden, telah mengetahui adanya penolakan-penolakan tersebut, namun pemerintah bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku induk olahraga paling digemari di Indonesia tersebut terus berupaya mencari solusi terbaik.

Baca Juga  Kumpulan kata Mutiara

Oleh sebab itu, Presiden pun telah meminta Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk segera terbang ke markas FIFA di Zurich, Swiss dan bertemu dengan tim FIFA guna membicarakan langkah terbaik.

Proses Berlanjut

Sejauh ini FIFA terus melanjutkan proses pemantauan dan verifikasi akhir terhadap persiapan enam stadion yang akan dipakai untuk pertandingan Piala Dunia U20 2023. Keenam stadion itu terdiri dari Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (Sumatra Selatan), Stadion Si Jalak Harupat Bandung (Jawa Barat), dan Stadion Bung Karno (Jakarta). Kemudian Stadion Manahan Solo (Jawa Tengah), Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya (Jawa Timur), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar (Bali).

Bahkan pihak FIFA merekomendasikan PSSI dan Indonesia untuk memakai mesin penjahit rumput sintetis (pitch stitching machine) yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan asal Inggris agar kualitas rumput di keenam stadion semakin bagus dan setara dengan lapangan milik klub-klub sepak bola kelas dunia di Eropa. Mesin tersebut telah tiba di tanah air dan saat ini sedang dipakai untuk merapikan kualitas lapangan rumput di Stadion I Wayan Dipta.

Selain itu seperti dilansir dari website resminya, FIFA pada 23 Maret 2023 lalu mengumumkan kerja sama dengan sejumlah musisi muda terbaik Indonesia untuk menggarap lagu resmi (theme song) Piala Dunia U20 2023 berjudul Glorious. Lagu ini akan dinyanyikan bersama oleh grup Weird Genius, Tiara Andini, Ziva Magnolya, dan Lyorda.

Bahkan, potongan lagu tersebut sudah disebar FIFA di seluruh platform media sosial mereka sejak hari pertama diumumkan dan puncaknya, lagu utuh akan mereka perkenalkan kepada masyarakat dunia pada 31 Maret 2023.

Penulis: Anton Setiawan
Redaktur: Elvira Inda Sari

Tinggalkan Balasan