Hujan Berkepanjangan, JUT Penghubung Belu, Malaka, TTU Putus

- Editor

Jumat, 1 April 2022 - 22:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akibat Hujan Berkepanjangan JUT Mausaka Penghubung Belu, Malaka, TTU Putus

Salah satu Jalan Usaha Tani (JUT) yang terletak di daerah perbatasan tiga Kabupaten yakni Kabupaten Belu, Malaka dan TTU yang nyaris ambruk karena longsor, hal ini dikarenakan pengaruh curah hujan yang berkepanjangan dan tidak ada irigasi yang dapat mengalirkan air menuju kali.

Karena kerusakan jalan usaha tani itu masyarakat meminta agar pemerintah dapat segera meperhatikan, demi mempermudah warga yang akan melakukan pengangkutan hasil panen dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian informasi yang dihimpun media ini pada, Kamis (31/03/22) siang saat berada di lokasi.

Salah satu warga Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Mikhael Asa ketika ditemui dikediamannya menyampaikan bahwa, dirinya sangat bersyukur karena pemerintah sudah memfasilitasi masyarakat, dengan adanya jalan Mausaka dapat mempermudah masyarakat terutama saat musim panen tiba.

“Saat musim panen, masyarakat tidak pikul kasi keluar padi dari sawah ke pinggir jalan raya negara (JRN). Sebab masyarakat sudah memberikan tanah untuk membangun jalan dan ini sangat membantu masyarakat,” ungkap Mikhael.

Menurut Mikhael, dampak pekerjaan JUT tersebut karena tidak ada irigasi yang dapat mengalirkan air menuju kali sehingga berdampak pada lahan sawah milik para petani di area tersebut rusak dan timbul jalur air baru dan menyebabkan tanah longsor.

BACA JUGA  Mengaku Sebagai Wartawan IPJI, Mohamad Yapi Abdulah Harus Mendekam di Rutan Polres Belu. Ini Modusnya

“Seandainya saat membuka jalan usaha tani tersebut, pihak pekerja membuka deker atau gorong-gorong dipinggiran jalan, mungkin kondisi lahan kami tidak separah tahun ini yang ambruk dikikis air dan berdampak longsor. Kerusakan yang terjadi pada lahan saya diakibatkan oleh genangan air dan tidak ada irigasi yang dapat mengalirkan air menuju kali,” jelasnya.

Jumlah kerusakan padi yang dialami oleh Michael Asa tahun ini lumayan besar. Diperkirakan 20an Ha rusak akibat longsor. Katanya dari lahan yang rusak sudah kehilangan 16 karung padi dan apabila diuangkan mencapai Rp.11.200.000.

“Harapan saya, semoga para pemangku jabatan baik pemerintah desa, Camat maupun DPRD turun survei langsung ke lokasi yang berdampak longsor agar mereka bisa tahu jumlah kerusakan yang dialami oleh masyarakat,” harap Mikhael.

Terpisah, Pj Desa Meotroi, Agustinus Koli ketika dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa, soal kerusakan (erosi) yang terjadi di Jalan Usaha Tani (JUT) Mausaka tersebut, dirinya sudah sempat mengusulkan ke pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka. Kerusakan JUT tersebut pihaknya pun sudah sampaikan ke pihak Kecamatan, dan saat Musrenbangdes pun sudah disampaikan.

“Soal itu, saya sudah sempat usul juga tapi dari pihak Pemda mengatakan bahwa tidak bisa, karena itu sudah masuk wilayah Kabupaten lain. Jadi, pihaknya tidak bisa anggarkan dari DD untuk menyikapi kerusakan yang diakibatkan oleh Erosi. APBD pun tidak mempan untuk menangani kerusakan tersebut, sebab secara teritorial  wilayah keberadaan JUT tersebut sudah masuk wilayah Kabupaten lain,” urainya.

BACA JUGA  Mengenang Kisah Kesengsaraan Yesus, Ribuan Umat Stasi Sukabitetek Adakan Jalan Salib Hidup Dengan Salib Raksasa

Pj Desa Meotroi ini nyatakan pada beberapa saat yang lalu Wakil Bupati Malaka Louise Lucky Taolin, mendatangi Nurobo dirinya sudah sampaikan hal ini ke Wakil Bupati Malaka. “Karena hal tersebut merupakan tanggung jawab para petinggi, sedangkan dirinya sebagai bawahan tidak bisa melangkahi wewenang atasan,” bebernya.

Terpisah, Kepala Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Amandus Koamesak kepada media ini menyampaikan bahwa, secara administratif JUT Mausaka masuk dalam wilayah pemerintah daerah Kabupaten Belu. Demi kebaikan bersama dari Pemerintah Desa Tasain akan lakukankoordinasi dengan Pemerintah Desa Meotroi agar bisa memperbaiki jalan tersebut.

“Terkait kerusakan JUT Mausaka, akan membangun komunikasi bersama Pemda Malaka (Desa Meotroi), sebab hal itu sudah berdampak pada tanaman padi milik masyarakat yang terbentang di bantaran JUT yang rusak,”katanya.

Dikatakan Amandus, untuk inventarisasi JUT Mausaka tersebut belum termasuk dalam potensi Desa Tasain. Terkait kerusakan tanaman padi yang dialami oleh masyarakat di lokasi itu, pihaknya belum bisa menjawab sebab semuanya kembali kepada kemampuan keuangan yang ada saat ini, karena kurang lebih tiga (3) tahun belakangan ini Pemerintah Desa lebih fokus pada Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dari Pemerintah Desa Tasain akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Belu soal kerusakan jalan usaha tani ini. Sebab itu merupakan inventaris Pemda Belu, karena dilihat dari batas wilayahnya lokasi JUT itu sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Belu. Pembangunan JUT tersebut dieksekusi sebelum Malaka dimekar menjadi Kabupaten baru, dan menggunakan APBD Kabupaten.

BACA JUGA  Selain Memberi Bantuan Sembako, Ini Yang Bakal Dilakukan Anggota DPRD Belu Bagi Korban Bencana Longsor Di Kecamatan Lamaknen

Kerusakan (longsor) mulai melanda jalan usaha tani Mausaka sejak tahun 2021 saat adanya badai seroja dan kerusakan hebatnya baru saja terjadi pada 08 Februari 2022 ketika banjir kembali melanda wilayah tersebut.

Pemerintah Desa Tasain akan bertanggung jawab atas kerusakan jalan itu dan akan mengusulkan kepada Pemda Belu. Untuk upaya mencegah agar tidak menyebar proses pengikisan tanah, pihaknya belum bisa mengeksekusi bantuan untuk mencegah. Sebab kerusakannya sangat kruasial dan membutuhkan biaya yang besar untuk perbaikan.

Sejauh ini belum ada laporan masuk ke Pemda Belu terkait kerusakan JUT ini dikarenakan adanya miskomunikasi mengenai batas administratif. Pihaknya bingung, soal kerusakan ini mau diserahkan kepada Pemda Malaka atau Pemda Belu, dirinya belum tahu pasti soal lokasi tanah tersebut.

“Pekerjaan JUT Mausaka dilakukan sejak tahun 2006 dan dilanjutkan lagi tahun 2011, melalui kegiatan padat karya dengan menggunakan dana swakelola serta dieksekusi langsung oleh Pemda Belu. Jalan usaha Tani tersebut masuk dalam aset pemerintah kabupaten Belu,” tutupnya. (Tim

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Berita Terbaru

Kotbah Katolik Minggu Paskah V - Gambar Komsos Paroki Camplong

MATA BERITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Kotbah Minggu Paskah IV - Hari Minggu Panggilan, Gambar: redaksi matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 16:52 WITA

MATA BERITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:32 WITA

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

error: Content is protected !!