Hendaklah kita Selalu Tergerak hati oleh Belaskasih

Kotbah Minggu Biasa XV oleh Rm. Chris Taus, Pr.

- Editor

Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hidup kita adalah satu ziarah. Kita sedang berziarah. Tujuan ziarah hidup kita ialah hidup kekal di surga. Dan kita semua ingin memperoleh hidup yang kekal ini, dengan memperhatikan apa yang menjadi tuntutannya.

Hal seperti inilah yang juga menjadi keinginan seorang ahli taurat dalam kisah Injil minggu ini. Ahli taurat itu bertanya kepada Yesus: apa harus ku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? Sebenarnya sebagai seorang ahli taurat ia pasti sudah tau apa yang harus ia buat untuk memperoleh hidup yang kekal. Tetapi karena ia hanya mau mencobai Yesus. Maka ia pura-pura bertanya kepada Yesus.

Yesus tahu kelicikan hatinya. Maka ia tidak langsung memberi jawaban tetapi Yesus balik bertanya: apa yang tertulis dalam dalam hukum taurat? Ia menjawab: kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan akal budimu dan kasihilah sesamamu  manusia seperti dirimu sendiri.

BACA JUGA  Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kotbah Katolik Minggu Biasa XV

Tetapi untuk membenarkan diri: ia bertanya: siapakah sesamaku? Pertanyaan ini penting karena bagi orang Yahudi sesama adalah orang-orang Yahudi kaum sebangsanya saja selain orang Yahudi adalah orang asing, najis dan kafir. Maka orang Yahudi tidak boleh bergaul dengan orang asing, seperti orang Samaria,dll.

Untuk menjawab pertanyaan orang ahli taurat ini Yesus menyampaikan perumpamaan tentang Orang Samaria (bukan Yahudi dan orang asing) yang baik hati. Kisah ceritanya kita tahu. Secara singkat ada seseorang yang jatuh di tangan penyamun. Ia disiksa dan dirampok habisan. Kebetulan yang lewat seorang imam Yahudi tetapi ia lewati sebrang jalan, dan melintasi terus saja, alasannya ia takut najis karena takut sentuh darah najis dan ia harus Tahir kembali selama 7 hari lagi. (Imam pelayanan umat, tapi takut najis?)

BACA JUGA  Yesus Anak Domba Allah: Kepastian Keselamatan dan Bukti Cinta Sejati

Orang kedua adalah seorang Lewi. Mash masuk keluarga imam maka ia juga berjalan terus saja tanpa membantu. Orang ketiga adalah seorang Samaria/orang asing kafir. Ia melihat orang itu DAN TERGERAK OLEH BELASKASIH maka ia mendekati dan merawat orang itu dan membawanya ke penginapan dan membayar segala biaya perawatannya.dst.

Sangat ironis seorang asing /Samaria masih punya hati seperti hati Allah untuk membantu sedang imam dan lewi takut najis. Orang Samaria meski ia orang kafir, tetapi masih punya perasaan hati seperti hati Allah yang penuh belaskasih terhadap sesama yang menderita dan harus di- tolong. Maka kisah ini di- kenal populer dengan Perumpamaan orang Samaria yang baik hati.

BACA JUGA  ​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

PESAN IMAN

  1. Di sekitar kita selalu saja kita menjumpai sesama kita, yang bukan keluarga atau kenalan kita, hendaknya kita selalu tergerak hati oleh belaskasih untuk menolong sesama yang menderita tanda perwujudan kasih kita kepada sesama
  2. Jika ingin memperoleh hidup yang kekal hendaknya mengasihi Allah dengan seluruh diri dan mengasihi sesama kita. Siapa saja, seperti diri kita sendri.

Tuhan berkati kita

Minggu Biasa 15
Ul,30,10-14
Luk,10,25-37

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!