Hari Guru dan Wajah Baru Pendidikan Indonesia

- Editor

Minggu, 24 November 2019 - 03:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Guru dan Wajah Baru Pendidikan Indonesia

Biacara soal hari guru pasti tidak luput dari pertanyaan tentang seputar kualitas pendidikan.   Masalah guru selalu menjadi seni tersendiri.

Bagaimana tidak,  sorotan tentang guru sering terjadi karena pendidikan kita boleh dibilang masih mengalami kepincangan.  

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentu yang bertanggung jawab disini adalah tokoh pendidik yaitu guru. Ada yang mengatakan kualitas sebuah pendidikan, bergantung pada kualitas gurunya.   Sebentar lagi Indonesia akan menyentuh umur 100 tahun pada 2045 mendatang. Tahun 2045 disebut sebagai jendela demografi (window of demography).   

Indonesia Emas 2045 telah menjadi impian besar untuk membentuk Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah yang mendasar di Tanah Air kita, seperti isu korupsi, kemiskinan, dll.  

Namun untuk mencapai keinginan diatas tentu banyak hal yang perlu dibenahi salah satunya soal kualitas sumber daya Manusia Indonesia (SDM).   Bicara soal SDM tentu bukan perkara yang mudah.   

BACA JUGA  ADA APA DENGAN KANCIL ?

Pendidikan merupakan salah satu Agen yang berperan penting terhadap perubahan kualitas sumber daya anak Indonesia.   Lalu seperti apa persiapan para Guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan menuju masa ke emasan ini?   Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara.  

Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.   Angka diatas tentu sangat prihatin dan menjadi tantangan tresendiri bagi para guru di Indonesia.  

Lalu apa amunisi yang perlu disiapkan para guru sekarang?   Saya secara pribadi ingin menawarkan bebarapa poin yang perlu dibenahi.

Pertama, sistem kurikulum kita berbasis anakoling tempat.   Yang merujuk kepada situasi, kondisi dan kebutuhan daerah setempat. Saya melihatnya kurikulum yang sentralistik membuat potret pendidikan semakin buram.  

Kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat.  

BACA JUGA  Syarat Pencairan Beasiswa PIP Secara Kolektif

Lebih parah lagi, pendidikan tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Ini salahnya, kurikulum dibuat di Jakarta dan tidak memperhatikan kondisi di masyarakat bawah.  

Jadi, para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas.    Kedua, meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan dan ketrampilan khusus.

Kraetifitas guru sangat dibutuhkan.   Pengetahuan dan ketrampilan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan.  

Berdasarkan sebuah studi tentang Pengkajian dan Pengajaran Keterampilan Abad 21 ( The Assessment and Teaching of 21st Century Skills) telah mengategorikan keterampilan abad ke-21 menjadi empat bagian besar, yang memungkinkan individu untuk berkontribusi terhadap modal sosial (social capital) dan modal intelektual (intelectual capital) di zaman modern.  

Beberapa kategori tersebut adalah; Cara berpikir, termasuk kreativitas, inovasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, membuat keputusan dan melakukan pembelajaran serta Cara bekerja termasuk keterampilan komunikasi, kolaborasi dan bekerjasama secara tim itu juga penting. So, ketrampilan sangat dibutuhkan.    

BACA JUGA  The peopling of Timor: the linguistic evidence

Hal ketiga adalah Soal upah atau pendapatan guru. Ini juga sering menjadi persolan tersendiri bagi guru. Pendapatan tidak diimbangi dengan beban kerja dan tuntutan yang begitu banyak.

Hal  ini salah satu alasan yang membuat guru belum serius dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.     

Profesionalisme guru harus diimbangi dengan pendapatan guru. Lebih khususnya teman2 guru yang swasta.  

Artinya dari sisi ekonomis harus dipertimbangkan juga.   Saya yakin dan percaya dengan ketiga poin diatas akan berpengaruh pada kualitas siswa. 

Selain itu, mayoritas guru terutama guru di sekolah kecil dan di pedesaan atau daerah terpencil sejauh ini masih belum memiliki kualifikasi penuh, sehingga mengalami kesulitan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran abad ke-21, terutama yang berkaitan dengan TIK.

Oleh karena itu sekali lagi, pelatihan dan ketrampilan masih sangat dibutuhkan.  

#Semangat dan Maju, untuk guru Indonesia!!
#Spesial hari PGRI 25 Nov.2019.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantuan Internet Pusat Buka Isolasi di SD GMIT Nauen
Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor
Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman
Kabar Gembira! Kemendikdasmen Kucurkan Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN di 2026
Ini Link Alternatif Download Installer Dapodik 2026.b
Di Balik Dinamika Pelantikan Pejabat “Tanpa SK” di Kabupaten Kupang
NTT: Kemiskinan yang Dipelihara Sistem
Membaca Hasil TKA dari Ruang Kelas! Bukan dari Kursi Penilai
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 03:44 WITA

Bantuan Internet Pusat Buka Isolasi di SD GMIT Nauen

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:43 WITA

Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:01 WITA

Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:00 WITA

Kabar Gembira! Kemendikdasmen Kucurkan Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN di 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:38 WITA

Ini Link Alternatif Download Installer Dapodik 2026.b

Berita Terbaru

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!