Guru Bisa Bernapas Lega: Aturan 24 Jam Dirombak Total pada 2026!

Hadiah Hari Guru 2025: Beasiswa, Insentif, dan Reformasi Beban Kerja

- Editorial Staff

Rabu, 26 November 2025 - 03:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Balai Kota Surabaya. (Foto: Tangkapan Layar)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Balai Kota Surabaya. (Foto: Tangkapan Layar)

Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas dan kesejahteraan guru sebagai fondasi utama peningkatan mutu pendidikan nasional.

Pesan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/11/2025).

Upacara yang diikuti sekitar 1.000 guru, tenaga kependidikan, siswa, dan perwakilan pemerintah daerah berlangsung dengan penuh kehormatan. Dalam balutan pakaian adat Bali, Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming telah menghadirkan langkah konkret untuk meningkatkan kompetensi, kualifikasi, serta kesejahteraan guru di seluruh Indonesia.

Pada 2025, pemerintah menyediakan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi 12.500 guru yang belum memiliki gelar Diploma IV atau Sarjana (S1). Selain itu, berbagai program peningkatan kompetensi turut digulirkan, seperti Pendidikan Profesi Guru, peningkatan kapasitas Guru BK dan non-BK, pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta ragam pelatihan lain.

BACA JUGA  Uis Neno dan Uis Pah Dalam Kepercayaan Atoin Meto

Untuk mengurangi kesenjangan kesejahteraan, pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi Rp2 juta per bulan bagi guru non-ASN, tunjangan satu kali gaji pokok bagi guru ASN, serta insentif Rp300 ribu per bulan bagi guru honorer. Semua bantuan tersebut dikirim langsung ke rekening masing-masing guru.

Pemerintah juga menyiapkan peningkatan besar pada 2026, mulai dari penambahan kuota beasiswa studi menjadi 150.000 guru, peningkatan insentif honorer menjadi Rp400 ribu per bulan, pengurangan beban administrasi, penghapusan kewajiban mengajar minimal 24 jam, hingga pemberian satu hari khusus bagi guru untuk belajar dan pengembangan diri. Semua kebijakan ini, tegas Mu’ti, diarahkan agar guru bisa kembali fokus pada tugas esensial: mendidik dan membimbing peserta didik.

BACA JUGA  Mimpi Untuk Memiliki Rumah Layak Huni dari Pemda Belu Hingga Peti Jenazah Yang Diterima dari Dinsos

Menteri Mu’ti juga menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi guru saat ini—dari hantaman budaya hedonistik, tekanan sosial dan moral, hingga tuntutan masyarakat yang terus meningkat. Bahkan, ada guru yang harus berhadapan dengan persoalan hukum dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, kementerian telah menjalin kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk memastikan penerapan restorative justice bagi guru yang berhadapan dengan masalah hukum terkait profesinya.

BACA JUGA  Regenerasi Kepemimpinan, Kapolres Belu Pimpin Upacara Sertijab Kasat Intelkam dan Kasat Samapta

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan layanan dan kesejahteraan guru. Ia mengajak masyarakat untuk menempatkan guru pada posisi terhormat, sebagaimana menghormati orang tua sendiri.

Di akhir acara, Menteri Mu’ti menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru di Tanah Air. Ia mengajak para pendidik untuk terus mengabdi bagi masa depan bangsa.
“Selamat Hari Guru 2025. Guru hebat, Indonesia kuat,” ujarnya menutup rangkaian upacara.

infopublik.id
Editor: Del Neonub

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Rabu, 23 September 2026 - 22:43 WITA

Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026

Minggu, 13 September 2026 - 19:37 WITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Sabtu, 5 September 2026 - 07:38 WITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 06:25 WITA

BERITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:37 WITA

error: Content is protected !!