Lokakarya Budaya G20, Hadirkan Beragam Permainan Tradisional Indonesia

- Editor

Selasa, 13 September 2022 - 14:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Borobudur, News.Matatimor– Guna memajukan, mempromosikan, dan mengingatkan kembali budaya spiritual, permainan rakyat hingga olahraga tradisional. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelanggarakan Lokakarya Budaya dan Dolanan yang di mana event tersebut salah satu rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri bidang Kebudayaan (Culture Ministers’ Meeting/CMM) G20, digelar di Wringin Putih, Borobudur, Selasa (13/9/2022).

Suparyo, Tokoh Masyarakat Wringin Putih Borobudur mengungkapkan, acara lanjutan dari event budaya dari G20 itu menampilkan beragam kesenian, kebudayaan sejak zaman dahulu, serta permainan tradisional yang dahulu pernah favorit di zamannya.

BACA JUGA  Kepala BPBD Kabupaten Belu menyambangi Korban Bencana Longsor di Kecamatan Nanaet Duabesi

“Beragam permainan itu mulai dari enggrang, bakiak, hingga gredekan. Khusus untuk gredekan, permainan itu sepertinya sudah mulai punah. Padahal permainan tersebut pada zamannya sangat digandrungi. Cara memainkannya dengan di dorong dari belakang dengan kontur jalan yang menurun. Karena gredekan ini tidak bisa menggenjot. Permainan itu sudah hilang,” terangnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya, melihat saat ini, di mana generasi muda sudah sangat tidak mengenal permaian rakyat, maka pihaknya akan mengusulkan agar kedepannya akan melestarikan permainan tradisional untuk dimuseumkan.

BACA JUGA  PMKRI Malaka Lakukan Kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader di Batas NKRI-RDTL

“Sehingga masyarakat yang ingin melihat permaian tradisioanl tersebut bisa berkujung ke dusun ringin putih. Sedangkan untuk pasar seperti itu akan dipermanenkan,” paparnya.

Ahmad Saeful Mubarok, Masyarakat Desa Bigaran, menambahkan, saat ini generasi muda sudah sangat tidak mengenal permainan tradisional, untuk itu pada event itu pihaknya membawa dolanan janur. Pihaknya menampilkan permainan itu agar para tamu undangan tahu kalau di Jawa, janur bisa dibuat berbagai kerajianan maupun permainan benjor atau dekorasi lainnya.

BACA JUGA  Di Nagekeo, Sumber Air Su Dekat !

“Kami menampilkan dolanan janur, Karena dari kita kecil sudah diajari mainan janur, tidak seperti zaman sekarang yang sudah dengan gawainya. Hari ini kita buat sebanyak-banyaknya jenis permainan seperti bola, kris, pecut, pedang-pedangan,” tuturnya.  

Foto: Agus Siswanto Infopublik

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 25 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!