Gubernur Buka ETMC 2025 di Ende: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persaudaraan & Kebangkitan Ekonomi

- Editor

Senin, 10 November 2025 - 01:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar di Bidora Channel Youtube

Tangkapan Layar di Bidora Channel Youtube

ENDE, matatimor.net — Stadion Marilonga bergemuruh, Minggu malam (9/11/2025). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan pesta pembukaan El Tari Memorial Cup (ETMC) ke-34, ajang sepak bola terbesar di Nusa Tenggara Timur.

Panggung megah di tengah lapangan menampilkan tarian kolosal Flobamora, kolaborasi ratusan pelajar dan mahasiswa Ende. Gerak mereka menggambarkan semangat persatuan, sportivitas, dan kekayaan budaya dari berbagai kabupaten di NTT. Dentuman musik, sorak penonton, dan letusan kembang api membuat malam itu benar-benar terasa seperti pesta rakyat.

“Sepak Bola Menyatukan Kita”

Dalam sambutannya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menegaskan bahwa ETMC bukan hanya turnamen sepak bola, melainkan juga ruang perjumpaan yang menyatukan masyarakat NTT dari berbagai latar belakang.

BACA JUGA  Perss SoE, ETMC dan Pesan Virtual Sang Guru

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

“Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, ETMC ini adalah ruang pertemuan budaya dan semangat persaudaraan kita. Dari lapangan bola, kita belajar gotong royong, sportivitas, dan persatuan,” ujar Melki di hadapan ribuan penonton yang memadati Stadion Marilonga.

Ia juga menyoroti perlunya pembangunan stadion yang lebih layak dan berstandar nasional di setiap kabupaten.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Tapi kita butuh fasilitas yang memadai. Pemerintah provinsi siap bekerja sama dengan kabupaten dan kota untuk membangun stadion yang membanggakan,” katanya.

Gubernur menambahkan bahwa turnamen ini juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal.

“ETMC tidak hanya tentang bola. Ini juga soal UMKM, pariwisata, dan ekonomi rakyat. Kita mau NTT tumbuh lewat semangat kebersamaan,” ujarnya.

Sport dan Budaya, Dua Nafas dalam Satu Ajang

Ketua Panitia Drs. Dominikus Minggu Mere, yang juga Wakil Bupati Ende, mengatakan tema tahun ini — Sport and Culture — dipilih untuk menunjukkan bahwa olahraga dan budaya bisa berjalan seiring.

“Turnamen ini bukan cuma soal siapa juara, tapi bagaimana anak muda kita belajar nilai-nilai sportivitas dan cinta budaya daerah,” katanya.

Dominikus mengungkapkan, sebanyak 28 tim dari seluruh kabupaten dan kota di NTT akan berlaga mulai 9 November hingga 5 Desember 2025. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Ende yang menyambut tamu dari seluruh NTT dengan ramah.

BACA JUGA  Dalam Rangka Operasi Ketupat 2023, Kapolres Belu Memantau Langsung Kesiapan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan Lebaran

PSSI NTT: Saatnya Sepak Bola Jadi Industri

Sementara itu, Ketua Asprov PSSI NTT Riski Iboy menilai sepak bola NTT kini memiliki daya tarik luar biasa.

“Di provinsi lain, liga daerah kadang sepi penonton. Tapi di NTT, stadion selalu penuh. Ini potensi besar. Sepak bola kita harus jadi industri,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dari ETMC ini akan dipilih tiga tim terbaik untuk mewakili NTT di tingkat nasional.

“Kalau mau hasil besar, umpannya juga harus bagus. Stadion dan pembinaan usia muda adalah umpan terbaik untuk mencetak pemain berkualitas,” ujarnya.

Ende Tunjukkan Diri Sebagai Tuan Rumah yang Hangat

Meski Bupati Ende, Yosef Benediktus Tote Badeoda, tidak dapat hadir karena sedang mengikuti pendidikan kepala daerah di Lemhannas RI, penyelenggaraan ETMC tetap berjalan lancar. Wakil Bupati Ende hadir mewakili pemerintah daerah dan melepas tim tuan rumah Perse Ende yang langsung melakoni laga perdana melawan Citra Bakti Ngada FC.

BACA JUGA  Tanpa SK Pemberhentian dari Bupati Belu, Oknum BPD ini Diduga Sebagai Pelaksana Proyek DD.

Warga tampak antusias. Pedagang kaki lima, pengrajin lokal, dan pelaku UMKM memadati sekitar stadion. Keberadaan turnamen ini benar-benar membawa denyut ekonomi baru bagi masyarakat Ende.

Piala Gubernur NTT 2025 atau ETMC ke-34 di Ende bukan sekadar pesta bola — ia adalah perayaan semangat Flobamora: satu hati, satu daerah, dan satu kebanggaan.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 17:33 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi

Sabtu, 20 Jun 2026 - 18:32 WITA

error: Content is protected !!