Ini Pernyataan Uskup Timika Tentang Tambang di Raja Ampat

Kritik Uskup Timika terhadap Tambang di Raja Ampat

- Editor

Senin, 9 Juni 2025 - 05:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Timika

Uskup Timika

Mimika – matatimor.net – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernadus Bofitwos Baru, OSA menyebut rusaknya Raja Ampat karena kerakusan oligarki.

Uskup yang baru ditahbiskan bulan Mei lalu ini menyampaikan hal itu dalam Kotbahnya pada Misa Pentakosta, Minggu 08 Juni 2025 di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

“Saya kira 2.000 hektare di tanah Marind dibabat hanya untuk kepentingan oligarki,” ujarnya. “Dan juga ini Raja Ampat yang indah mulai hancur karena ketamakan dan kerakusan oligarki penguasa dengan slogan demi proyek strategis nasional.”

BACA JUGA  Kerajinan Tangan Asal Belu Diminati Warga Timor Leste

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkotbah di hadapan Umatnya, yang disiarkan daring lewat kanal youtube Multimedia Tiga Raja Timika, Mgr. Bernardus mengingatkan bahwa kesewenang-wenangan pemerintah dan pengusaha telah mengambil kehidupan masyarakat asli Papua. Ia menyebut tindakan para oligarki tersebut dilandaskan oleh roh kejahatan yang telah menguasai manusia dengan kepentingan kapitalisme.

Akibatnya, banyak manusia yang takut kehilangan kenikmatan duniawi termasuk kekayaan yang telah dimiliki. Bila hal itu dibiarkan berlarut-larut, Bernardus menyebut itu bisa menghalangi Roh Kudus menggerakkan diri manusia untuk bertindak demi kehidupan bersama.

BACA JUGA  Kupang Siap Jadi Tuan Rumah IPACS 2025

“Itulah roh dunia. Apakah kita mau ikut roh dunia seperti ini? Menghancurkan alam dan menghancurkan sesama?” kata Bernardus. Ia lalu menyerukan bahwa para umat seharusnya mengikuti Roh Kristus yang merupakan pemersatu karena menghargai keutuhan dan keindahan alam.

“Bapak Ibu dan saudara sekalian, lihat yang berjuang untuk mempertahankan alamnya, hutannya dan budayanya itulah mereka yang dikuasai Roh Kudus,” ucapnya. Bernardus berpesan bahwa masyarakat harus meneladani sifat-sifat Roh Kudus agar berani untuk menyuarakan tentang hak-hak hidup mereka.

BACA JUGA  Yupiter Loinati Desak Pemkab Bayar TPP Guru

Sebaliknya, ia mengimbau jemaat untuk meninggalkan roh duniawi yang berpihak pada oligarki yang mengutamakan kesejahteraan bagi segelintir orang. Sementara di sisi lain, roh duniawi itu menyengsarakan kehidupan orang lain.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Berita Terbaru

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

Gambar oleh Del Neonub

Iman & Gereja

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:11 WITA

error: Content is protected !!