BERITA  

Ini Pernyataan Uskup Timika Tentang Tambang di Raja Ampat

Kritik Uskup Timika terhadap Tambang di Raja Ampat

Uskup Timika
Uskup Timika

Mimika – matatimor.net – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernadus Bofitwos Baru, OSA menyebut rusaknya Raja Ampat karena kerakusan oligarki.

Uskup yang baru ditahbiskan bulan Mei lalu ini menyampaikan hal itu dalam Kotbahnya pada Misa Pentakosta, Minggu 08 Juni 2025 di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

“Saya kira 2.000 hektare di tanah Marind dibabat hanya untuk kepentingan oligarki,” ujarnya. “Dan juga ini Raja Ampat yang indah mulai hancur karena ketamakan dan kerakusan oligarki penguasa dengan slogan demi proyek strategis nasional.”

BACA JUGA  Menjelang Pemilu 2024, Kapolres Belu Ajak Masyarakat Kelurahan Lidak Agar Mendukung Tugas Kepolisian.

Berkotbah di hadapan Umatnya, yang disiarkan daring lewat kanal youtube Multimedia Tiga Raja Timika, Mgr. Bernardus mengingatkan bahwa kesewenang-wenangan pemerintah dan pengusaha telah mengambil kehidupan masyarakat asli Papua. Ia menyebut tindakan para oligarki tersebut dilandaskan oleh roh kejahatan yang telah menguasai manusia dengan kepentingan kapitalisme.

“Itulah roh dunia. Apakah kita mau ikut roh dunia seperti ini? Menghancurkan alam dan menghancurkan sesama?” kata Bernardus. Ia lalu menyerukan bahwa para umat seharusnya mengikuti Roh Kristus yang merupakan pemersatu karena menghargai keutuhan dan keindahan alam.

Sebaliknya, ia mengimbau jemaat untuk meninggalkan roh duniawi yang berpihak pada oligarki yang mengutamakan kesejahteraan bagi segelintir orang. Sementara di sisi lain, roh duniawi itu menyengsarakan kehidupan orang lain.

error: Content is protected !!