Delapan Paduan Suara Meriahkan Pesparawi HUT ke-2 GMIT Klasis Fatuleu Barat

GMIT Klasis Fatuleu Barat Gelar Pesparawi Rayakan HUT ke-2

- Editor

Jumat, 28 November 2025 - 05:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para Pengurus Klasis Fatuleu Barat bersama Anggota DPRD Kab. Kupang dan Dewan Juri Pdt. Emr. Hengky A. Abineno, M.PdK.

Para Pengurus Klasis Fatuleu Barat bersama Anggota DPRD Kab. Kupang dan Dewan Juri Pdt. Emr. Hengky A. Abineno, M.PdK.

GMIT Klasis Fatuleu Barat merayakan HUT ke-2 pada 29 November dengan menyelenggarakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi). Kegiatan yang mencakup lomba paduan suara antar-jemaat dan lomba solo ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (27–28 November), bertempat di GMIT Pniel Oelob.

Pesparawi yang mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Setiap Waktu” diawali dengan kebaktian pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Yonancep Karmoy, S.Th. Dalam kotbahnya, ia mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa memuji Tuhan dalam setiap kesempatan. Ia juga menekankan agar para peserta lomba, baik paduan suara maupun solo, tidak hanya bernyanyi saat pesparawi, tetapi tetap memuliakan Tuhan di mana pun berada.

Sekretaris Majelis Harian Klasis Fatuleu Barat, Pnt. Deni A. A. Kake, S.Pd.Gr., mewakili Ketua Klasis menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pesparawi menjadi bagian dari sukacita perayaan ulang tahun Klasis yang kini memasuki usia dua tahun setelah pemekaran dari klasis sebelumnya. Menegaskan kembali Pesan Firman yang disampaikan oleh Pendeta dalam Kebaktian Pnt. Deni berharap kiranya dengan Pesparawi ini setiap jemaat mau memuji Tuhan di segala waktu.

BACA JUGA  Mars GMIT Berkumandang Meriah, pada Malam Pentas Budaya GMIT Sion Camplong

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pesparawi di Klasis Fatuleu Barat tahun ini adalah kali pertama, dan sekiranya seperti pesan Firman Tuhan yang disampaikan tadi oleh Ibu Pendeta, karena kita adalah milik Kristus, maka pujilah Tuhan dalam segala waktu. Jangan hanya di Pniel (GMIT PNIel Oel Ob – TUan Rumah Pesparawi, red.)” tuturnya.

Selanjutnya ia berharap agar momen pesparawi ini menjadi bekal bagi semua jemaat di Fatuleu Barat, dan juga menjadi satu bekal bagi generasi-generasi anak Gmit untuk dapat memuji Tuhan dengan Suara yang telah dianugerahkan Tuhan.

Di Akhir pernyampaiannya, ia mengajak semua yang hadir untuk mendoakan kegiatan pesparawi ini agar berjalan dengan baik. Ia menutup penyampaiannya dengan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Klasis Fatuleu Barat yang sudah dua tahun melayani.

“Akhirnya mari kita doakan kegiatan ini agar berlangsung dengan baik, kalau ada yang kurang berkenan, disampaikan dengan penuh persaudaraan. Selamat Ulang Tahun Klasis Fatuleu Barat yang baru berusia dua tahun tahun, tentu banyak yang masih harus dibenahi dan diperjuangkan” tutupnya.

Pembukaan acara turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Kupang, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kupang, Camat Fatuleu Barat, serta anggota DPRD Kabupaten Kupang Dapil II Feteaser Demitrius Tafetin, SH, yang juga menjadi promotor utama kegiatan Pesparawi di Klasis Fatuleu Barat ini. Dalam Kesempatannya, ia juga berpesan agar meski berbeda nada dan teknik bernyanyi, akan tetapi semuanya untuk satu, yakni kemuliaan Nama Tuhan.

BACA JUGA  Bulan Pendidikan GMIT 2024, Bersama Benahi Sekolah GMIT

Sebanyak delapan tim paduan suara dari gereja-gereja se-Klasis Fatuleu Barat ambil bagian dalam lomba yang langsung dimulai setelah kebaktian pembukaan. Sementara itu, kategori solo diikuti oleh 16 peserta. Pesparawi ini menjadi momentum mempererat kebersamaan jemaat sekaligus menghidupkan semangat pelayanan melalui musik gerejawi.

Dari 14 Gereja yang ada di Klasis Fatuleu Barat, berikut 8 Kelompok Paduan suara yang ikut ambil bagian dalam Lomba Paduan Suara :

  • GMIT Nazareth Siumolo
  • GMIT Syalom Oelajaob
  • GMIT Getzemani Oelbubuk
  • GMIT Elim Bisolo
  • GMIT Efrata Siumate
  • GMIT Betel Oelusapi
  • GMIT Silo Nauen
  • GMIT Pniel OelOb

Pantauan media ini di tempat perlombaan, setiap kelompok paduan suara menampilkan kebolehan membidik nada. Ada yang tampil dengan seragam batik, ada yang berbusana daerah Fatuleu. Para Peserta Membawakan Lagu Wajib Tema GMIT 2024-2027 dan Tiga Lagu Pilihan yang membuat para penonton ikut hanyut dalam merdunya suara setiap kelompok paduan suara.

BACA JUGA  Songsong Hari Bhayangkara, Polres Belu adakan Lomba Menembak

Adapun Tim Juri : 1. Pdt. Emr. Hendrik A. Abineno, M.PdK, 2. Shinta Novela Tafetin, S.Pd.,MM, 3. Yohanes Babang, S.Pd.,Gr. Ketiga dewan juri ini juga berkesempatan memberikan apresiasi dan masukan kepada para peserta lomba, usai perlombaan.

Salah satu dewan juri Pdt. Emr. Hendrik Abineno yang didatangkan dari Kota Kupang, mengaku kagum dengan persiapan Panitia Pesparawi Tingkat Fatuleu Barat.

“ketika diminta untuk menjadi salah satu juri perlombaan, yang terlintas di pikiran saya pasti biasa-biasa saja. Namun begitu tiba di sini saya begitu terpukau. Luar biasa persiapannya, desain panggung yang cukup elegan dan modern tidak kalah dengan yang ada di perkotaan. Panitia Luar biasa! ”

Abineno juga sempat meminta semua peserta untuk menyanyikan bersama Lagu Wajib Tema GMIT yang punya pesan dan makna teologis bagi GMIT. Semua peserta pun dalam suasana sukacita dan rasa syukur, menggaungkan nyanyian tersebut. Sebagai seorang Senior, Ia juga berpesan kepada para Pendeta yang melayani di Klasis Fatuleu Barat agar tak lupa menjelaskan makna teologis lagu Tema GMIT 2024-2027 kepada para jemaat.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Berita Terbaru

Kotbah Katolik Minggu Paskah V - Gambar Komsos Paroki Camplong

MATA BERITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Kotbah Minggu Paskah IV - Hari Minggu Panggilan, Gambar: redaksi matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 16:52 WITA

MATA BERITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:32 WITA

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

error: Content is protected !!