Pertanyaan bagi kita. Apa yang harus kita lakukan dalam suasana “adventus” (ay 25 – 35)?
- Jangan kita kehilangan “harapan”. Sangat banyak orang sedang kehilangan harapan hidup. Sangat banyak orang kehilangan harapan akan pekerjaan, kesehatan, harta dan bahkan “kehilangan Tuhan”. Kehilangan “hati” yang mencintai dengan tulus dan jujur.
- Sejumlah besar umat manusia yang sedang menyelesaikan perkara hidupnya dengan mengonsumsi alkohol berlebihan dan bahkan narkoba. “jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti jerat (ay 34). Kita terjebak dan tidak mampu lagi untuk bergerak menuju Tuhan.
- Kita harus siap siaga dan berdoa (ay 36). Bukan menantikan kedatangan dalam suasana “pasif” tetapi harus “aktif”. Doa yang benar mendekatkan kita kepada ALLAH dan orang yang dekat dengan ALLAH ia akan dengan mudah dekat dengan sesama. Jadi dekatkanlah diri anda dengan ALLAH, pasti kita dekat dengan sesama kita. Orang hanya dekat dengan sesama tanpa dekat dengan Tuhan pasti akan cepat bubar-bubaran. kita tidak memandang ke lahit saja, akan tetapi memandang ke bumi. Yesus meminta kita untuk dekat pada-Nya dan dekat dengan sesama. Jadi Adventus artinya kedatangan. Siapa datang? Pasti Yesus dan sesama saudara kita.