Nabi Yesaya berbicara tentang situasi orang israel yang kira-kira hampir sama dengan keadaan orang tadi. Sisa kecil bangsa Israel yang baru saja pulang dari Babylon ke kota Yerusalem. Menemukan kotanya tinggal sisa-sisa bangunan. Kota itu menjadi sarang serigala (Yer. 10:22). Mereka melihat suasana reruntuhan dan kematian.
Maka mereka satukan tekad dan niat untuk membangun kembali kotanya. Meskipun hati mereka diliputi suasana sedih dan putus asa, namun mereka ingin membangun kota Yerusalem, teristimewa Kenisah ALLAH. Karena mereka percaya bahwa Kenisah ALLAH sebagai pusat hidup mereka adalah tempat ALLAH bersemayam di antara mereka.
Dalam keadaan seperti inilah nabi Yeremia menyampaikan pesan yang berpengarapan bahwa Yuhan akan memenuhi janji kebahagiaan yang ia janjikan kepada bangsa Israel ( ay 14). Tunas Baru dari Turunan Daud ia akan membuat bertunas dan bertumbuh (ay 15 – 16).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kata-kata Nabi Yeremia menghasilan senyuman di bibir orang Israel. Mereka senang. Mereka bergembira. Mereka berpengharapan karena akan datang. Demikianlah mereka menantikan “kedatangan” “adventus”.
Nabi Yeremia tidak membayangkan Kerajaan ALLAH akan datang dari sebatang pohon besar. Ia berpikir tentang sebuah tunas kecil, yang lembut dan sudah layu dan mati jika tidak dirawat dengan baik. Kita tahu bahwa sebutir benih membutuhkan perawatan yang melekat dan waktu yang lama untuk bisa menjadi pohon. Maka kita harus sabar dan tekun untuk mampu mengerti rahasia Kerajaan ALLAH.
Nabi meneguhkan bahwa kita harus sabar dan menantikan “kedatangan” sang Raja. Kerajaan setan tidak memiliki masa depan. Maka kita dapat membangunkan kembali Kerajaan ALLAH dengan penuh kesabaran dan harapan. Masa Adventus yang artinya kedatangn pasti akan tiba.
Santo Lukas dalam perikop injil hari ini berceritera tentang alam ciptaan berada dalam kekacauan total. Putera manusia akan tampil menciptakan dunia baru seperti pada awal penciptaan. ALLAH menciptakan dunia dan seluruh isinya dalam keadaan “baik adanya”. Yesus memberi kita berita “pengharapan baru”. Penderitaan mereka akan dihapuskan. Jadi kita berada pada posisi menantikan “kedatangan”. Kita berada dalam suasana “Adventus”.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







