Ada Apa, Pihak RSUD Atambua diundang DPRD Belu Dalam RDP

- Editor

Kamis, 9 Februari 2023 - 08:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 21 orang tenaga kerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Belu

Maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua pada 07/02/2023

Ketua DPRD Belu Jeremias Manek Seran Jr, langsung memimpin RDP tersebut dan dihadiri langsung oleh sejumlah anggota DPRD Belu, dan bersama pihak yang di undang Plt Direktur RSUD Atambua dr. Maria Ansila Muti dan staf, Ketua SPSI Belu, perwakilan BPJS ketenagakerjaan Belu serta perwakilan tenaga kerja yang di PHK.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan tersebut,Ketua DPRD Belu Jeremias Manek Seran jr, dengan harapan agar kegiatan RDP yang digelarnya itu untuk mencari solusi terhadap pengaduan yang disampaikan oleh para tenaga kontrak yang di-PHK-kan oleh pihak RSUD Atambua sejak 31 Desember 2022.

BACA JUGA  Diduga Kongkalikong, Mantan Kades Leowalu & Pihak Ketiga Dipolisikan

“Jadi baik, hari ini kita bertemu, DPRD memfasilitasi pihak RSUD Atambua dan tenaga kerja yang di PHK untuk membahas bersama supaya mendapat solusi yang terbaik bagi para tenaga kerja yang sudah diberhentikan oleh pihak RSUD Atambua,” ungkap Ketua Manek Seran ketika membuka kegiatan RDP itu.

Dirinya berharap, agar 21 orang tenaga kerja yang sudah mengabdi di RSUD itu supaya kembali diakomodir untuk tetap berkerja seperti semula.

Meskipun tenaga kontrak RSUD yang sekarang direkrut oleh pihak ketiga (outsorcing).

“Para tenaga kontrak sebelumnya direkrut melalui BLUD RSUD Atambua dan sekarang kalau direkrut oleh outsorcing maka perlu dilakukan koordinasi sehingga para tenaga kontrak ini tetap diakomodir,harap Manek Seran Jr

BACA JUGA  Gandeng TNI hingga Masyarakat, Polres Belu dan Jajaran Serentak Gelar Aksi Bersih Sampah Wujudkan Lingkungan yang Asri

Salah satu anggota DPRD Belu, Marthen Nai Buti dengan tegas mengungkapkan bahwa pihak RSUD secara sadar menyalahi prosedur dalam melakukan kerjasama dengan pihak outsorcing karena tanpa melalui pengumuman secara resmi maupun dalam memberhentikan 26 orang tenaga kerja tanpa pertimbangan kemanusiaan.

“Alasan yang selalu disampaikan adalah kemampuan keuangan daerah, sebetulnya bukan kurang uang, tapi pihak RSUD Atambua yang kurang hati dengan para tenaga kontrak,” Ungkap Marthen.

Karena itu, lanjut Marthen tenaga kontrak RSUD Atambua sebanyak 21 orang itu dapat dikoordinasikan secara bijak agar tetap diakomodir untuk dipekerjakan kembali dengan pertimbangan kemanusiaan.

BACA JUGA  Melintasi Jalan Raya Putus, Prajurit Kikav KKA bersama Keuskupan Atambua dan Prajurit Satgas Pamtas RI RDTL Menyambangi Posko Bencana Longsor

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Atambua dr. Maria Ansila Muti usai RDP kepada media ini mengatakan bahwa hasil pembahasan bersama DPRD dan perwakilan tenaga kontrak itu akan dikoordinasikan dan dilaporkan pada Bupati Belu.

“Tadi sudah kami sampaikan dalam RDP, soal kronologisnya. Kami menceritakan sesuai dengan keadaan yang ada. Dan saya, tentu diskusikan dengan pimpinan wilayah (Bupati) untuk mencarikan solusi penyelesaiaanya,” tandas dr. Ansila.

Diketahui, sebanyak 26 orang tenaga kontrak diberhantikan oleh RSUD per 31 Desember 2022 yakni 18 orang sebagai tenaga cleaning Service dan 3 orang sebagai tenaga security yang dipekerjakan di Rumah Sakit Plat Merah tersebut.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!