Tega, RSUD Atambua diduga tolak Pasien Darurat

- Editor

Senin, 16 Januari 2023 - 13:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Atambua diduga Menolak Pasien Darurat

Rumah Sakit Umum Daerah Mgr.Gabriel Manek Atambua diduga menolak salah satu pasien asal kota Atambua yang saat itu sedang dalam keadaan kritis.

Kejadian ini dialami Maimunah (60) pada Minggu, 15/01/2022, Pasien yang sedang dalam keadaan darurat ini, ketika dilarikan ke RSUD Gabriel Manek Atambua dengan mobil ambulans dan belum sempat diturunkan sudah ditolak oleh pihak IGD dengan alasan tidak ada ruangan yang kosong saat itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berharap mendapat pertolongan di RSUD Atambua, namun pasien yang sedang tidak sadarkan diri ini terpaksa oleh kerabatnya dibawa mencari RS lain karena tak diterima pihak RSUD Atambua.

Informasi dari salah seorang kerabat korban, Kartika, ketika tiba di IGD, tanpa ada tindakan medis apapun pasien yang sedang kritis itu langsung disambut dengan penolakan.

“Saat tiba bukannya pasien dilayani tetapi langsung disambut dengan penolakan dengan alasan tidak ada ruang perawatan yang kosong saat itu sehingga kami diarahkan untuk pergi ke Rumah Sakit lain” jelasnya.

BACA JUGA  Lahan Kering Seluas 3 Hektar di Kabupaten Belu Disulap Polsek Tasbar Jadi Lahan Produktif

Masih menurut sumber yang sama, “Bibi ini sudah lama sakit dan dia hidup sebatang kara karena anak-anaknya merantau sedangkan dia juga seorang janda ditinggal mati suaminya apa lagi dia memiliki penyakit gula sehingga kemarin itu kritis dan tidak sadarkan diri sehingga saya bersama suami melarikan dia ke Rumah Sakit dengan harapan cepat ada pertolongan” tuturnya.

“Pada saat kami tiba saya langsung turun temui perawat yang ada di IGD untuk menjemput pasien, hanya saja tidak lama datanglah databg dua orang petugas dan langsung menyampaikan kepada kami untuk ke RS lain karena tidak ada tempat kosong”

“kalian ke Rumah Sakit lain saja karena di sini sementara semua ruangan penuh dan tidak ada yang kosong” ucapnya mengulangi kata-kata petugas tersebut

BACA JUGA  Ini Yang Diserahkan Dinas Sosial Belu Kepada Keluarga Koban Tersambar Petir di Desa Leuntolu

Dirinyapun bersana suami langsung bergegas pergi membawa pasien yang sedang tak sadarkan diri itu guna mencari rumah sakit lain untuk segera mendapatkan perawatan

Pasien atas nama Maimunah 60 tahun ini sebelumnya mengalami luka pada bagian kakinya akibat tusukan paku, namun karena kondisi lukanya tidak membaik maka pasien tersebut pergi berobat hingga opname di RSUD Atambua dan didiagnosa penyakit Gula sejak bulan november 2022 lalu.

Selama kurang lebih 2 minggu mendapat perawatan di Rumah Sakit, Maimunah pun diperkenankan kembali karena keadaannya sudah membaik.

Pada Minggu 15/01/2023, kembali jatuh sakit dan dalam keadaan koma sehingga kerabatnya berinisiatif menolongnya untuk dilarikan ke Rumah Sakit.

Namun harapan untuk mendapat pertolongan dan perawatan di RSUD ini pupus di depan pintu IGD karena ditolak dengan alasan tidak ada ruang karena semuanya sudah penuh.

Kartika mengharapkan kepada Pihak RSUD Atambua agar pasien yang sedang kritis sebaiknya diberikan tindakan pertolongan, jangan langsung ditolak

BACA JUGA  The establishment of the Portuguese and Dutch on Timor

“Saya mohon tolonglah semoga soal miskin atau perbedaan apapun tidak jadi alasan untuk ditolak ataupun alasan lain apalagi dalam keadaan sedang kritis,kalau begini pasti pasien lain yang mau datangpun pasti ragu dan tidak mau datang ke Rumah Sakit” harapnya

Kasubag Humas RSUD atambua Yohanes Seran,SE ketika dikomfirmasi membenarkan kejadian tersebut benar adanya namun itu disebabkan karena kondisi pada saat itu (15/01/2023) semua tempat tidur penuh maka dokter IGD menyarankan untuk berobat ke Rumah Sakit lain.

” Ia betul kejadiannya kemarin, 15/01/2023, Pasien datang ke IGD RSUD Atambua dan ada indikasi rawat inap, oleh karena kondisi per tgl 15/01/2023 kemarin kondisi Tempat Tidur di rumah sakit Penuh, dan karena itu Dokter sarankan agar pasien berobat ke rumah sakit lain untuk mendapat pelayanan kesehatan” jelas Yohanes

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!