Terkait Tekoda Belu : Pemkab Jangan Lari dari Tanggungjawab

- Editor

Kamis, 9 Juni 2022 - 12:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Belu dari Fraksi Demokrat, Kristoforus Rin Duka, kesal atas sikap Wakil Bupati dan SekDa Belu yang terkesan menghindari tuntutan Masa Aksi Damai.

Adapun aksi damai pada pada Rabu, 08/06/2022 oleh masa yang tergabung dalam PMKRI dan FSMPK menuntut kejelasan atas beberapa Tenaga Kontrak Daerah (TEKODA) di Kabupaten Belu yang tidak lagi terakomodir dalam SK Bupati.

Aksi yang mestinya mendapat tanggapan dan klarifikasi dari Pemerintah Daerah (PEMDA) Kabupaten Belu tak membuahkan hasil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyesalan pun datang dari berbagai pihak, baik dari Anggota DPRD Belu Kristoforus Rin Duka, maupun Ketua Presedium PMKRI cabang Atambua Agustinus Neno.

Kristoforus Rin Duka Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Isto mengaku kesal terkait persoalan TEKODA Belu.

BACA JUGA  Lirik Lagu Betapa Baiknya Engkau Tuhan

Menurutnya yang harus bertanggung jawab untuk memberikan klarifikasi itu PEMDA dalam hal ini BUPATI, WAKIL BUPATI dan SEKDA bukannya DPRD yang menjadi sasaran tuntutan masa dalam aksi damai itu.

“Kebijakan ini kan dibuat oleh Pemerintah dan berdampak pada masyarakat, dan ada yang merasa dirugikan. Jangan menjadikan DPRD sasaran dari aksi unjuk rasa hari ini. Seharusnya pemerintah datang, tidak boleh melarikan diri seperti itu. Kita menganggap pemerintah lari dari tanggung jawabnya,”ungkap Isto

Anggota DPRD Fraksi Demokrat ini mengatakan kalau Pemda Belu harus memberikan klarifikasi.

“ada keresahan dan kerugian yang dialami oleh sekelompok masyarakat, sehingga mereka datang untuk mempertanyakan hal itu dan Pemda Belu wajib memberikan klarifikasi bukan seperti tadi Wakil Bupati dan Sekda yang tadi hadir dalam sidang Rapat tanggapan fraksi-fraksi terhadap laporan pertanggung jawab APBD dari Pemerintah Daerah namun harus pergi meninggalkan kantor DPRD di saat adik-adik sedang adakan aksi. seharusnya menemui dan memberi klarifikasi bukan melarikan diri seperti ini” katanya

BACA JUGA  Tercatat Sebanyak 241 Kasus Gangguan Gagal Ginjal Akut di Indonesia

Isto menambahkan, Pemerintah Daerah tidak boleh berbelit-belit dan terkesan lari dari tabggungjawab.

Masa Yang Melakukan Aksi damai terkait persoalan TEKODA Kab. Belu

“Pemerintah daerah sudah tahu sebelumnya, karena aksi unjuk rasa yang dilakukan hari ini sebelumnya sudah ada informasi. Seharusnya tidak boleh berbelit-belit dan kita menganggap pemerintah lari dari tanggung jawab karena yang membuat kebijakan ini adalah pemerintah dan berdampak pada masyarakat yang merasa dirugikan. Pemda seharusnya bertanggung jawab atas kebijakan itu karena kebijakan itu dikeluarkan pemerintah sekarang ini yang dipimpin oleh mereka bertiga yaitu Bupati Belu Agus Taolin,Wakil Bupati Alosius Haliserens dan Sekda Belu Johanes Andes Prihatin. Karena kalau kabur seperti ini nanti DPRD jadi sasaran” pungkasnya

BACA JUGA  Menyongsong HUT Ke 38, Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik Adakan Berbagai Lomba

Sekertaris Daerah Kab. Belu, Johanes Andes Prihatin, ketika di konfirmasi Media ini via whatsapp menyampaikan bahwa sebenarnya tidak melarikan diri namun rapat sesuai agenda saat itu dirinya dan Wakil Bupati meninggalkan Ruang Sidang ketika pimpinan telah mengetok Palu.

“Tidak melarikan diri, yg benar sidang berjalan sesuai agenda, kami meninggalkan ruang sidang ketika sidang sudah ditutup, pimpinan sidang sudah ketuk palu baru kami keluar” tegasnya (wehaly)

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!