Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Bakal Lebih Kering, Lintas Sektor Diminta Siaga Hadapi El Nino

- Editor

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indografis oleh matatimor.net

Indografis oleh matatimor.net

JAKARTA, MATATIMOR.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait prakiraan cuaca tahun ini. Musim kemarau 2026 diprediksi akan jauh lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Dilansir dari InfoPublik.id, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor untuk memitigasi dampak kekeringan ekstrem yang mengancam berbagai wilayah di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Strategi Mitigasi dan Penanggulangan Dampak Musim Kemarau Panjang 2026 di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman El Nino di Semester Kedua 2026

Faisal menjelaskan, meskipun saat ini kondisi iklim global berada pada fase netral, terdapat perubahan signifikan yang diprediksi terjadi pada paruh kedua tahun ini.

Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) saat ini berada di angka +0,28. Namun, memasuki semester kedua 2026, peluang terjadinya fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat diprakirakan mencapai 50 hingga 80 persen.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Namun, jika El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau, maka dampaknya akan jauh lebih kering,” jelas Faisal.

Strategi Mitigasi: Operasi Modifikasi Cuaca hingga Efisiensi Air

Menyikapi potensi krisis air dan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), BMKG merekomendasikan beberapa langkah strategis, di antaranya:

  • Respons Cepat: Fokus pada wilayah dengan potensi curah hujan sangat rendah.
  • Manajemen Air: Penguatan tata kelola waduk dan irigasi berdasarkan data iklim yang akurat.
  • Modifikasi Cuaca: Melaksanakan operasi teknologi modifikasi cuaca (hujan buatan) untuk mengisi waduk sebelum kemarau puncak.
  • Kampanye Efisiensi: Mengajak masyarakat untuk lebih hemat dalam penggunaan air dan energi.

Dampak Serius pada Sektor Pertanian dan Infrastruktur

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Pelaksana Harian Dirjen Sumber Daya Air, Adenan Rasyid, menyebutkan bahwa kemarau panjang ini merupakan tantangan serius bagi ketahanan pangan dan infrastruktur.

Penurunan debit sungai dan berkurangnya volume air di waduk dipastikan akan mengganggu pola tanam petani. Adenan menegaskan bahwa koordinasi antara BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah harus diperkuat agar dampak kekeringan tidak berubah menjadi krisis nasional.

“Kita tidak bisa menghindari kemarau, tetapi kita bisa memastikan dampaknya tidak berkembang menjadi krisis. Kecepatan antisipasi adalah kunci,” tegas Adenan.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, serta pemerintah daerah untuk menyamakan langkah dalam menghadapi tantangan iklim 2026.

BMKG berkomitmen terus menyediakan data sains yang akurat sebagai landasan kebijakan nasional agar masyarakat tetap terlindungi dari dampak buruk bencana hidrometeorologi, baik kekeringan maupun karhutla.

Facebook Coment

BACA JUGA  Pengurus OMK Paroki Oemofa dilantik, ini Pesan Ketua DPP & Pastor Paroki

Penulis : Untung S | Redaksi

Editor : Del Neonub

Sumber Berita: Info Publik

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia
Berita ini 8 kali dibaca
Prediksi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan analisis BMKG, meskipun saat ini (tahun 2026 awal) kita berada di fase netral, terdapat peluang 50-80% akan berkembangnya El Nino mulai semester kedua tahun 2026. Dampak dari kombinasi ini adalah musim kemarau yang akan datang jauh lebih kering dan berlangsung lebih panjang

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Berita Terbaru

Kotbah Katolik Minggu Paskah V - Gambar Komsos Paroki Camplong

MATA BERITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Kotbah Minggu Paskah IV - Hari Minggu Panggilan, Gambar: redaksi matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 16:52 WITA

MATA BERITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:32 WITA

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

error: Content is protected !!