Tekunlah dengan Salib Hidupmu – Kotbah Minggu Prapaskah II

- Editor

Jumat, 14 Maret 2025 - 23:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minggu Prapaskah II - Komsos Sta. Helena

Minggu Prapaskah II - Komsos Sta. Helena

Kotbah Minggu Prapaskah II Oleh Rm. Chris Taus, Pr. Paroki Sta. Helena Lili – Camplong

Dari Padang gurun (minggu pertama prapaskah) kita ke puncak gunung (Tabor, minggu kedua prapaskah).

Di atas gunung Tabor terjadi peristiwa Transfigurasi, Yesus berubah rupa. Kisah nya demikian: Yesus naik ke gunung Tabor untuk berdoa bersama 3 muridnya. Petrus, Yakobus dan Yohanes. (Kisahnya kita tahu). Ketika sedang berdoa, Yesus berubah rupa (Transfigurasi): pakaiannya putih berkilau, dan tampak Yesus berbicara dengan 2 tokoh Perjanjian Lama: Musa dan Elia.

Musa, nabi besar yang memimpin Israel keluar dari Mesir ke Tanah Terjanji Kanaan. Elia nabi besar dalam sejarah Israel yang sering berbuat tentang keselamatan Israel. Ketiganya sedang berbicara tentang; KEPERGIAN YESUS KE YERUSALEM. Karena setelah Yesus turun dari Tabor, Yesus akan ke Yerusalem untuk memulai drama penyalibannya.

BACA JUGA  Menghadiri Pernikahan Masal Bagi 48 Pasangan, Wali Kota Kupang Meminta Ikut cegah Stunting

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yerusalem adalah kota Allah, dan menjadi pusat segala ibadah bangsa Israel. Sebagaimana Musa memimpin Israel ke tanah Terjanji, Yesus Musa Baru yang mengantar umat Allah Perjanjian Baru, ke Yerusalem baru yakni Kerajaan Allah. Maka peristiwa Transfigurasi tabor, adalah satu pernyataan Diri Yesus sebagai Putera Allah yang siap menyelamatkan seluruh bangsa manusia dari perbudakan dosa.
Petrus ketika mengalami kemuliaan Tabor, ingin tetap tinggal di Tabor, tanpa berpikir kepergian Yesus ke Yerusalem. Petrus mengatakan kepada Yesus: guru alangkah baiknya kita berada di tempat ini. Baiklah saya buatkan tiga buah kemah. Satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia. Petrus tidak mengetahui apa yang dikatakannya.

BACA JUGA  Uskup Agung Kupang Ajak Umat Jaga Keamanan dan Keharmonisan

Petrus ketika mengalami situasi Zona Nyaman di atas tabor ingin terus tinggal di Tabor namun Yesus tetap mengajak mereka untuk turun dari Tabor dan siap untuk mengikuti Yesus ke Yerusalem dan memang kelak 3 murid ini Yesus ikutkan mereka di taman Getsemani.

Di Yerusalem, Yesus akan mulai drama penyalibanNya yaitu: Ia akan diserahkan kepada para tua-tua imam kepala dan ahli taurat. Kemudian dibunuh, tetapi pada hari 3 ia akan bangkit. Dan Yesus tetap berteguh hati dengan tidak mundur dan menghindari jalan penderitaan ini. Karena Yesus sadar sungguh bahwa inilah satu-satunya jalan yang dikendaki Allah BapaNya untuk menyelamatkan umat manusia.

BACA JUGA  Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polres Belu Selama Dua Pekan Gelar Operasi Bina Karuna Turangga 2023

Dalam bacaan pertama: Allah menjanjikan berkat bagi Abraham bahwa keturunannya akan berkembang seperti bintang di langit Abraham sangat percaya akan janji Allah ini, maka ia rela buat apa saja yang direnakan Allah, terutama yang tidak dimengertinya. Dan memang Abraham kemudian menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

PESAN IMAN.

Yesus memang berteguh hati ke Yerusalem untuk mulai drama penyalibannya. Karena inilah satu-satunya jalan yang dikehendaki Allah. Yakni menyelamatkan manusia melalui satu-satunya jalan yakni penderitaan Salib.

Jalan Yesus inilah yang hendaknya menjadi jalan setiap pengikut Yesus. Ada padang gurun tetapi ada gunung Tabor. Ada jalan Salib tetapi ada jalan kemuliaan.
Tekunlah dengan salib hidupmu. Amen

Miggu Prapaskah 2
Kej,15,5-12,17-18
Luk,9,28-36

Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus, Pr.

Editor : Del Neonub _ Komsos Sta. Helena

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!