SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
SULAMU, MATATIMOR.NET – Beredarnya video yang diduga memperlihatkan aksi kekerasan antarpelajar di wilayah Sulamu, Kabupaten Kupang, beberapa hari terakhir mendapat perhatian masyarakat. Pihak SMA Efata Sulamu memastikan bahwa tiga siswa yang terlihat dalam video tersebut merupakan peserta didik sekolah itu.
Kepala SMA Efata Sulamu, Musa Peul, S.Pd.,Gr., menjelaskan bahwa ketiga siswa tersebut masing-masing berinisial FL, CP dan AM, yang merupakan siswa kelas X dan XI. Sementara siswa yang menjadi korban dalam insiden tersebut berinisial AB.
Menurut Musa, kejadian tersebut berlangsung di luar jam sekolah. Namun, pihak sekolah tetap mengambil langkah pembinaan dengan memanggil orang tua para siswa dan menggelar mediasi bersama pihak-pihak terkait.
“Walau terjadi di luar jam sekolah, tetapi kami sudah panggil. Hari ini (Senin, 28 September) kami mediasi di sekolah,” ujar Musa kepada Matatimor.
Mediasi yang berlangsung pada Senin (28/9/2026) tersebut melibatkan orang tua ketiga siswa, guru-guru SMA Efata Sulamu, pemerintah Desa Oeteta yang diwakili empat kepala dusun, serta pihak Kepolisian Sektor Sulamu yang dihadiri langsung Kapolsek Sulamu bersama anggota.

Dari proses mediasi tersebut, para pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai sekaligus melanjutkan proses pembinaan terhadap ketiga siswa.
Tiga Siswa Jalani Pembinaan Selama 12 Hari
Musa mengatakan, berdasarkan kesepakatan bersama, ketiga siswa yang terlibat akan menjalani pembinaan lanjutan selama 12 hari di Kantor Polsek Sulamu.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan terhadap siswa sekaligus memberikan pemahaman mengenai konsekuensi dari tindakan kekerasan.
Pihak sekolah juga telah mengingatkan bahwa apabila di kemudian hari terjadi kembali peristiwa serupa, sekolah akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan sekolah yang berlaku.
“Jika di kemudian hari terulang kejadian yang sama, maka sekolah akan memberikan sanksi tegas sesuai peraturan sekolah yang berlaku,” jelas Musa.

Sekolah Berharap Aktivitas Belajar Kembali Normal
Musa menegaskan bahwa klarifikasi ini disampaikan untuk memberikan informasi yang lebih utuh kepada masyarakat sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar di SMA Efata Sulamu dapat kembali berjalan dengan nyaman seperti biasanya.
Ia juga mengharapkan masyarakat dan pihak-pihak yang telah mengunggah atau membagikan video tersebut tidak lagi memperbesar persoalan, mengingat kasus tersebut telah ditindaklanjuti melalui mediasi.
“Kami sangat berharap kepada semua pihak yang sudah memposting video yang beredar untuk tidak memperbesar persoalan, karena telah diselesaikan lewat mediasi dari Bapak Kapolsek Sulamu dan anggota bersama orang tua, pemerintah Desa Oeteta dan guru-guru yang ada di SMA Efata Sulamu,” kata Musa.
Pihak sekolah berharap penyelesaian tersebut menjadi momentum pembinaan bagi para siswa sekaligus menjadi pelajaran bersama mengenai pentingnya menyelesaikan persoalan secara damai dan bertanggung jawab.
Sekolah juga mengajak orang tua, pemerintah desa, kepolisian, masyarakat dan seluruh warga sekolah untuk bersama-sama memberikan pendampingan kepada para siswa agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Catatan redaksi: Para siswa yang disebut dalam pemberitaan ini masih berstatus pelajar. Matatimor.net menggunakan inisial untuk siswa yang diduga terlibat dan memberitakan kasus ini dalam konteks klarifikasi serta pembinaan, bukan untuk menghakimi atau memberikan stigma kepada anak-anak yang bersangkutan.
Editor : Del Neonub
Sumber Berita: Del Neonub







