Rhytm 0 & SISI GELAP manusia!

- Editor

Sabtu, 18 Juni 2022 - 21:54 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Manusia memiliki sisi gelap yang akan nampak jika mereka memiliki kuasa untuk melakukannya. kira-kira seberapa besar sisi gelap tersebut? Pernah dengar Rhythm 0? Berawal dari seni pertunjukan, Rhythym 0 menjadi penemuan psikologi paling mengerikan.

Marina Ibramovic, mengadakan penampilan paling kontroversial, mengerikan, dan berbahaya dalam sejarah seni. Limbad pun lewat jauh

Intruksi yang diberikan Marina dalam pertunjukan tersebut:

Instructions :

There are 72 objects on the table that one can use on me as desired. PerformanceI am the object. During this period I take full responsibility. Duration: 6 hours (8 pm – 2 am)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maksudnya: selama 6 jam, Marina tidak bergerak. Ia memperbolehkan para penonton melakukan apapun padanya, dan dia tidak akan memberontak ataupun memprotes. 72 jenis barang diletakkan di atas meja, mulai dari bunga mawar sampai pist0l, dan itu boleh digunakan pada Marina sesuka hati. Marina akan berlagak sebagai objek. Ia menyebut seni kontemporer ini Rhthym 0.

Gambar di atas adalah barang-barang yang menjadi alat para penonton. ada juga pisau.

Pada awalnya, para penonton bersikap lembut.

Hanya sedikit bermain-main. Ada yang menaruh mawar di tangannya, ada yang menciumnya, ada yang menyuapinya kue.

Lalu, ketika mereka sadar bahwa Marina benar-benar tidak akan melakukan apapun, sisi gelap mereka mulai muncul.

“it was six hours of real horror,” ucap Marina di sebuah interview.

Seseorang mendudukkannya. Ia dipermalukan. Tubuhnya dipindahkan. Ada yang menyiramkan air padanya.

Tiga jam berjalan, pisau mulai menyentuh kulit Marina.

Ada yang mengukir tulisan di tubuhnya. Tidak tanggung-tanggung, ada yang menggoreskan pisau dekat leher Marina dan meminum darahnya.

Penderitaan Marina tidak berakhir sampai situ.

Seseorang bahkan membuatnya menempelkan pist0l berpeluru ke lehernya sendiri.

Mata Marina berkaca-kaca, tapi ia tetap tidak bergerak.

Mereka menggunting pakaian Marina. Pelecehan seksual mulai terjadi.

Marina bersaksi bahwa ia tidak diperkosa karena kebanyakan penonton membawa pasangannya waktu itu.

Ia dibawa-bawa setengah telanjang, didudukkan di atas meja, dan ada yang menancapkan pisau ke kayu dekat kakinya.

Seseorang mengambil gambar dengan kamera ketika kekerasan itu terjadi, dan membuat Marina memegang foto-foto itu.

Kekerasan mulai mereda ketika seorang wanita memeluk Marina, dan beberapa orang yang takut menolong akhirnya mulai beraksi dan mengobati luka-luka yang dialami Marina.

Perpecahan terjadi, ada yang berusaha menahan yang lain melakukan kekerasan lebih parah, ada yang ingin menikmati momen ini selagi bisa.

Menariknya, ketika waktu habis, dan Marina mulai bergerak, para pelaku kekerasan melarikan diri ketakutan.

Sulit rasanya menerima Marina kembali sebagai seorang manusia setelah melihatnya sebagai objek dalam waktu beberapa lama.

Inilah yang terjadi jika manusia dihadapkan dengan kekuasaan tanpa batas dan konsekuensi.

Apalagi jika target kekuasaan itu adalah manusia lagi, terutama wanita.

Inilah seberapa keji sisi gelap manusia.

Orang bisa berusaha keras akan melakukan segala cara selagi posisi kekuasaan berada di tanganya karena mereka tidak akan membedakan antara mana yang benar dan salah serta baik dan buruk. (dari berbagai sumber)

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Bantuan Internet Pusat Buka Isolasi di SD GMIT Nauen
Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon
Kabar Gembira! Kemendikdasmen Kucurkan Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN di 2026
Ini Link Alternatif Download Installer Dapodik 2026.b
Membaca Hasil TKA dari Ruang Kelas! Bukan dari Kursi Penilai
Ketua Diaspora Rote Ndao Paparkan Akar Kemiskinan & Strategi Penanggulangan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Kamis, 12 Maret 2026 - 03:44 WITA

Bantuan Internet Pusat Buka Isolasi di SD GMIT Nauen

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:37 WITA

Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:00 WITA

Kabar Gembira! Kemendikdasmen Kucurkan Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN di 2026

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version