Bantuan Internet Pusat Buka Isolasi di SD GMIT Nauen

Berkat Bantuan Presiden, SD GMIT Nauen Tak Perlu Lagi Menumpang untuk TKA

FATULEU BARAT, MATATIMOR.NET (Kamis, 12 Maret 2026) – Memasuki hari kedua, pelaksanaan gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SD GMIT Nauen, Dusun III Nauen, Desa Poto, Kec. Fatuleu Barat berjalan dengan aman dan lancar. Sekolah yang terletak di pelosok Kecamatan Fatuleu Barat ini akhirnya bisa menyelenggarakan Gladi TKA secara mandiri berkat bantuan teknologi internet satelit Starlink.

Pantauan media ini di lokasi menunjukkan suasana ujian yang kondusif. Sebanyak 13 siswa peserta gladi tampak tenang dan sigap mengoperasikan perangkat laptop, sebuah pemandangan yang kontras dibandingkan tahun-tahun sebelumnya saat mereka harus menumpang di sekolah lain.

Perjuangan Menembus Jalur Alternatif 36 KM

Keberhasilan penyelenggaraan mandiri ini menjadi pencapaian besar mengingat letak geografis SD GMIT Nauen yang cukup menantang. Secara normal, jarak sekolah ke Ibukota Kecamatan Fatuleu Barat berkisar 9 kilometer. Namun, akses utama tersebut sering terputus di musim hujan akibat keberadaan sungai kecil yang meluap dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Salah satu Jembatan “uji nyali” di jalur menuju Dusun III Nauen

Saat akses utama tertutup, para guru dan tamu yang menuju sekolah harus memutar melalui jalur alternatif. Jarak tempuh pun membengkak menjadi tiga kali lipat, yakni mencapai 36 kilometer. Kondisi inilah yang selama ini membuat akses pendidikan dan teknologi di Dusun III Nauen tertinggal.

Apresiasi Kepada Pemerintah Pusat

Kepala Sekolah SD GMIT Nauen, Filmon Naitboho, S.Pd.Gr., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas bantuan perangkat internet dan satu unit laptop tambahan.

Filmon Naitboho, S.Pd.,Gr – Kepala SD GMIT Nauen

“Selama ini kami harus menumpang di sekolah lain yang jaraknya sangat jauh. Dengan bantuan Starlink ini, isolasi blank spot (tanpa jaringan) di sekolah kami akhirnya terbuka. Kami berharap saat pelaksanaan TKA utama di bulan April nanti, semuanya berjalan lancar tanpa kendala teknis,” ujar Filmon kepada matatimor.net.

Guru Persiapkan Mental Siswa

Meskipun keterbatasan perangkat masih membayangi—di mana sekolah harus membagi ujian ke dalam dua sesi dan meminjam laptop tambahan—semangat para tenaga pendidik tidak luntur.

Sepriani M. Dethan, S.Pd.Gr., salah satu guru di SD GMIT Nauen, menjelaskan bahwa enam orang guru di sekolah tersebut telah bekerja keras mempersiapkan mental dan kemampuan dasar komputer bagi para siswa.

Sepriani M. Dethan, S.Pd.,Gr. – Guru SD GMIT NAUEN

“Kami sudah mempersiapkan anak-anak dengan matang agar mereka terlibat aktif dan tidak canggung saat hari pelaksanaan. Melihat mereka bisa mengerjakan soal dengan tenang hingga hari kedua ini adalah kebanggaan bagi kami,” ungkap Sepriani.

Dengan total 58 siswa yang kini mulai bersentuhan dengan teknologi, bantuan internet ini diharapkan tidak hanya sukses menyukseskan TKA, tetapi juga membuka cakrawala pengetahuan baru bagi anak-anak di perbatasan Desa Poto.

SD GMIT Nauen Memiliki 5 orang Pengajar dan 1 orang Kepala, yang terdiri dari dua orang ASN, dan 4 orang Guru Tetap Yayasan. Fasilitas Gedung Ruang Belajar sebanyak 6 ruang kelas. Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen Sonaf Honis.

Laporan | editor : Del Neonub