Sedih, Bocah di Kabupaten Belu ini Niat Memiliki Seragam Untuk Bersekolah, Namun Apa Dayanya

- Editor

Sabtu, 9 September 2023 - 14:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor – Net : Miris nasib Sebastianus Fahik seorang bocah yang berada tepat di Dusun Lianain, Desa persiapan Weilaka, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Propinsi NTT, Jumat 08/09/2023

Niat dan mimpinya untuk bisa mendapat pendidikan layak anak-anak seusianya kandas sebatas sebuah mimpi.

Bocah tersebut cucu dari Hoar seorang lansia yang juga sebelumnya puluhan tahun tinggal dibawah sebuah gubuk reot. Neneknya yang bermimpi memiliki rumah layak huni itupun mengembuskan napas terakhir di bawah gubuk yang sama sebulan yang lalu.

BACA JUGA  Imigrasi Kelas II Atambua Menerbitkan 56 Paspor Merdeka (Gratis) di Hari Libur

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bocah dari dua bersaudara ini anak dari Petrus Tae dan Densiana Bete yang juga saat ini tinggal di gubuk reot yang ada.

Ketika ditemui, kepada media ini si bocah mengaku ingin memiliki seragam dan bersekolah namun orang tuanya tidak memiliki uang yang cukup.

“Saya mau sekolah tapi tidak ada uang untuk beli seragam” jawabnya singkat.

BACA JUGA  Pascagempa Cianjur, Misa Natal dilaksanakan di Tenda Depan Gereja

Ibu dari bocah tersebut juga tidak bisa berbuat banyak, selain ayahnya seorang diri yang harus bekerja keras, baik sebagai tulang punggung dalam keluarga maupun sebagai ibu rumah tangga karena istri dan ibu dari bocah tersebut buta dan hanya bisa berdiam dalam rumah.

Bahkan kebutuhan akan makan dan minum sehari-haripun hanya seadanya karena penghasilan yang diperolehpun tidak mencukupi sehingga kakak dari Sebastianus yang bisa mengenyam pendidikan di sebuah sekolah dasar yang cukup jauh dari tempat tinggalnya.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:30 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

error: Content is protected !!