Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

- Editor

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

MATATIMOR.NET – CAMPLONG – Umat Katolik di Paroki Santa Helena Camplong merayakan Hari Raya Pentakosta dengan penuh khidmat pada perayaan Ekaristi Kudus yang digelar hari ini, Minggu (24/05/2026). Misa yang dimulai tepat pukul 08.00 WITA ini dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Petrus Pariti – Sulamu, RD. Kun Lopis, dengan didampingi oleh Pastor Rekan Paroki Sta. Helena Camplong, Rm. Chris Taus, Pr selaku konselebran.

Suasana liturgi perayaan Pentakosta kali ini terasa semakin semarak dan agung berkat persembahan pujian dari tim koor. Adapun yang bertugas menanggung koor dalam perayaan Ekaristi ini adalah para Pasangan Suami Istri (Pasutri) Katolik yang tergabung dalam Komunitas Marriage Encounter (ME) Paroki Camplong. Harmoni suara dan penghayatan para pasutri dalam membawakan lagu-lagu liturgi berhasil menghantarkan umat ke dalam keheningan dan kekhusyukan jemaat.

Komunitas ME saat Tanggung Koor

Kehadiran RD. Kun Lopis di Paroki Camplong sendiri memang membawa misi khusus, yaitu untuk berjalan bersama dan mendampingi beberapa keluarga Katolik yang tergabung dalam komunitas ME tersebut. Kehadiran serta keterlibatan aktif komunitas ini menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai Gereja domestik yang hidup dalam tuntunan Roh Kudus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Esensi Karya Roh Kudus

Dalam perayaan Ekaristi ini, Rm. Chris Taus, Pr bertindak sebagai pengkhotbah. Dalam untaian khotbahnya yang mendalam, beliau menggarisbawahi transformasi besar yang dibawa oleh Roh Kudus sejak peristiwa Pentakosta pertama hingga kehidupan iman umat saat ini.

Rm. Chris menjelaskan bahwa karya Roh Kudus mengubah paradigma hukum dari yang semula kaku menjadi hidup. Jika di zaman Musa Allah menuliskan perintah-Nya pada dua loh batu, maka pada hari Pentakosta, Allah melakukan sesuatu yang jauh lebih radikal dan personal.

“Roh Kudus tidak lagi menuliskan hukum Allah di atas loh-loh batu yang dingin dan berjarak, melainkan langsung pada loh-loh daging, yaitu ke dalam hati manusia,” ungkap Rm. Chris Taus.

Beliau menambahkan bahwa perpindahan dari loh batu ke hati manusia ini menandai sebuah hubungan yang baru antara Allah dan manusia. Umat tidak lagi menaati Allah karena keterpaksaan aturan luar (hukum loh batu), melainkan karena dorongan kasih dan kesadaran dari dalam diri (hukum hati) yang digerakkan oleh Roh Kudus sendiri. Peristiwa Pentakosta adalah bukti bahwa Allah mau tinggal, membimbing, dan membakar hati setiap orang beriman dengan api kasih-Nya agar mampu menjadi saksi Kristus yang hidup di tengah dunia.

Kegiatan ‘Renew’ Bersama Komunitas ME

Suasana kebersamaan dan persaudaraan tersebut tidak berhenti di dalam gereja. Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara Renew (sharing) bersama yang bertempat di pendopo pastoran Paroki Sta. Helena Camplong.

Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, RD. Kun Lopis, RD. Ansel Leu, Rm. Chris Taus, Pasutri Hyron Fernandes & Noni, Pasutri Vinsen & Paula, bersama anggota komunitas Marriage Encounter (ME) saling membagikan pengalaman hidup, refleksi, serta tantangan dalam membangun bahtera rumah tangga Katolik di zaman modern. Kegiatan sharing ini menjadi wadah konkret bagaimana karunia-karunia Roh Kudus yang baru saja dirayakan dalam misa, langsung dipraktikkan melalui persekutuan, saling mendengarkan, dan saling menguatkan antar-keluarga.

Perayaan Pentakosta di Paroki Sta. Helena Camplong tahun ini benar-benar menjadi momen pembaharuan iman, di mana umat diajak untuk membiarkan hati mereka senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus demi terciptanya keluarga dan komunitas yang penuh kasih. (MT/Red)

Suasana Sharing di Pendopo Pastoran

Facebook Coment

BACA JUGA  Pemerintah Kabupaten Kupang Tidak Tau Mengenai Dana 51 Miliar Yang Diperuntukan Untuk PPPK

Penulis : Del Neonub

Editor : Del

Sumber Berita: Komsos Paroki Camplong

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!