Quo Vadis, Hudi Dan Kwaik Adat Orang Belu yang Kian Pudar

- Editor

Minggu, 10 Juli 2022 - 06:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. BNPB

Dok. BNPB

Hudi Dan Kwaik.
Hudi = pisang
Dan = sisir (pisang)
Kwaik = sulung
Secara harafiah, hudi dan kwaik diartikan sebagai sisir pisang pertama/sulung pada satu tandan.

Dalam adat dan budaya orang Belu secara umum yang mengenal sistem perkawinan Patrilineal/garis ayah, hudi dan kwaik dimaksudkan sebagai anak sulung yang dilahirkan oleh seorang anak wanita dalam keluarga yang telah dibelis putus atau dengan istilah orang Belu “Faen”
Anak sulung ini dimaksudkan sebagai pengganti ibu atau mengganti posisi ibu (si’a ahuk).

BACA JUGA  Wao, Kabar Gembira dari Direktur PDAM Kabupaten Belu bagi Pelanggan Yang Masih Tunggakan Iuran

Apa pentingnya hudi dan kwaik ?
Sesuai kultur orang Belu, hal ini penting agar ketika ada acara atau prosesi adat di dalam suku ibunya (awal), Ialah yang dapat kembali berperan sebagai ina-ama untuk menunggu fetosawa-keluarga besar ayahnya.
Hudi dan kwaik ini, secara adat, level statusnya sama dengan ibunya dan saudara atau saudari ibunya.

BACA JUGA  Berprestasi saat PKL, Siswi SMK 1 Kab. Kupang Langsung ditawari Kerja

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam praktiknya, hudi dan kwaik tidak terpaku pada istilahnya. Artinya, tidak mesti anak sulung.

Terkait pertanyaan pada topik, apakah tradisi ini masih dilakukan?
Secara umum, sudah jarang dilakukan,kendati ada beberapa keluarga yang masih mempertahankannya.
Mengapa demikian?
Hal ini dikarenakan tuntutan-tuntutan dalam pelaksanaan belis putus atau belis dalam atau faen kotu yang artinya belis putus yang makin sulit dipenuhi.

BACA JUGA  Polisi Yang Tembak Mati Buronan di Belu Ditahan di Polda NTT

Jika demikian? Apakah hudi dan kwaik masih relevan dilakukan?

Akhirnya, kembali pada pertanyaan, quo vadis hudi dan kwaik ?

Salam.
Ema kneter oan
Ema adat oan.

(bersambung)

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!