Putusnya JUT Mausaka penghubung BELU-MALAKA dan TTU, ini Pernyataan Bupati Simon Nahak

- Editor

Selasa, 31 Mei 2022 - 13:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu Jalan Usaha Tani (JUT) yang menghubungkan petani antar tiga wilayah Kabupaten yaitu,BELU,TTU dan Malaka kini makin memperihatinkan masyarakat dikarenakan kewenangan wilayah yang mempersulitkan keputusan yang akan berpihak pada masyarakat.

Kerusakan (longsor) mulai melanda jalan usaha tani Mausaka sejak tahun 2021 saat adanya Badai Seroja dan kerusakan hebatnya baru saja terjadi pada 08/02/2022 ketika banjir kembali melanda wilayah tersebut.

“Pekerjaan JUT Mausaka dilakukan sejak tahun 2006 dan dilanjutkan lagi tahun 2011, melalui kegiatan padat karya dengan menggunakan dana swakelola serta dieksekusi langsung oleh Pemda Belu.

BACA JUGA  Perkuat Pengawasan Terhadap Orang Asing di Perbatasan RI - RDTL, Ini Yang Dilakukan Imigrasi Kelas II TPI Atambua

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalan usaha Tani tersebut masuk dalam aset pemerintah kabupaten Belu, namun sebagian besar pemilik lahan atau sawah adalah Masyarakat Kabupaten Malaka.

Berikut pernyataan Bupati Malaka Dr.Simon Nahak,S.H,M.H kepada media ini pada Minggu 29/05/2022

“Terkait JUT ini akan saya koordinasikan dengan kedua senior saya yaitu Bupati TTU dan BELU karena ini terkait kewenangan wilayah dan tentu beliau berdua juga tidak berani masuk karena masyarakat yang bekerja di sana orang Malaka dan saya juga tidak berani masuk karena Masyarakat memang orang Malaka tetapi ada di wilayah BELU dan TTU namun ini hanya persoalan kewenangan tetapi tentu ini akan ada solusi” ujar Bupati Simon

BACA JUGA  Baru Direnovasi, Atap Kantor Bupati Bocor, Ruang Wabup Terendam

“Dan soal ini tentu kita juga tidak akan membiarkan masyarakat kita terus menerus dengan keadaan begitu dan ini akan saya bicarakan degan Kedua Bupati,seandainya ini di wilayah Malaka maka secara otomatis akan saya usahakan JUT itu untuk maayarakat dan batas itu soal administratif sedangkan untuk mencari makan di mana saja boleh karena Belu dan TTU juga NTT dan NKRI” tutup Orang nomor satu di Kabupaten Malaka ini.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!