Di Belu, Proyek Terancam mubazir, Kades Bilang karena Cuaca

- Editor

Jumat, 18 Februari 2022 - 02:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Usaha Tani Desa Tasain – Belu Terancam Mubasir.

Jalan Usaha Tani di Dusun Naba Desa Tasain Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu Mangkrak, Uang Ratusan Juta Rupiah Terancam Mubazir.

Salah satu proyek Jalan Usaha Tani (JUT) menggunakan Dana Desa (DD) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Desa Tasain, Kecamatan Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu mangkrak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana sebanyak Rp 198.703.562 juta lebih yang telah dialokasikan untuk membangun Jalan Usaha Tani sepanjang 350 meter untuk tahun anggaran 2021 menuju areal pertanian yang juga rencana akan jadi pemukiman relokasi korban bencana seroja 2021 lalu.

Pasalnya, dari perencanaan pembangunan sepanjang 350 meter dengan lebar 2 meter, tidak diselesaikan sampai tuntas.

BACA JUGA  Posko Korban Kebakaran TBBM Pertamina Plumbung di Kunjungi Presiden Jokowi.

Sedangkan dananya untuk desa ini sudah dicairkan. Berdasarkan keterangan warga, pekerjaan jalan Usaha Tani tidak terlaksana penuh dan tiada kejelasan bahkan BPD pun ikut diam dan terkesan ada pembiaran

“Yang dikerjakan itu sebenarnya habis di tanggal 10 November 2021 karena kalender kerjanya 60 hari terhitung sejak 10 September 2021. Sedangkan sekarang sudah masuk bulan februari 2021 tetapi jalan ini belum selesai bahkan penahan ada yang sudah hancur dan yang kita lihat ini penahan putus-putus” kata Seorang warga yang tidak ingin namanya di sebut ketika di temui media ini di lokasi proyek (15/02/2022).

Saya rasa ini tidak ada keseriusan Pemerintah Desa saja karena proyek ini dikerjakan di luar kalender kerja, masa mulai kerjanya di saat yang seharusnya sudah selasai yaitu bulan November 2021 akhir sedangkan kalendernya mulai tanggal 10 september 2021. Lebih aneh lagi kalau alasan cuaca itu sangat tidak masuk akal. (pertanyaanya kenapa kerja harus di musim hujan ?) Sekarang belum selesai penahan ada yang sudah rubuh dan kerjanya sedikit-sedikit.

BACA JUGA  Gubernur NTT Tinjau Instalasi Tambak Oesapa

Harapannya kritikan ini menjadi satu moment agar pekerjaan ini dilanjut karena manfaatnya bukan hanya sekarang saja tetapi untuk generasi yang akan berkelanjutan.

Sementara itu, pantauan media ini di lokasi proyek dimaksud, sudah tidak ada lagi material maupun papan informasi (PLAN) untuk lanjutan pekerjaan tersebut.

Kepala Desa Tasain, Amandus Koa mesakh ketika dikonfirmasi wartawan via telepon tentang dugaan mangkraknya pekerjaan Jalan Usaha Tani tersebut, membenarkan mangkraknya JUT itu akibat dari cuaca.

BACA JUGA  Memperingati Detik-Detik Proklamasi di Desa Ekateta Kec. Fatuleu

“JUT itu sebenarnya sudah selesai namun kendalanya karena Cuaca Hujan sehingga pekerjaannya berhenti,”ujar Amandus.

Ketika ditanya soal kalender kerja Ia (Kepala Desa) jelaskan kalau proyek tersebut dikerjakan pada bulan Desember 2021 yang sebenarnya sudah tidak sesuai dengan kalender kerja.

“Proyek itu kerja dari bulan Desember dan pas juga musim hujan jadi mobil juga tidak bisa masuk antar material.

Penahan yang rusak itupun karena banjir, dan kita akan lanjutkan lagi pada bulan April mendatang” tutup amandus

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!