Presiden Tunda Lawatan ke Tiongkok, Fokus Awasi Situasi Nasional

Presiden menyampaikan permohonan maaf ke pemerintah Tiongkok

- Editor

Minggu, 31 Agustus 2025 - 03:13 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo memberikan sambutannya saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo Tahun 2025 yang berlangsung di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Provinsi Banten,pada Kamis (28/8/2025). (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

Presiden Prabowo Subianto menunda kunjungan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) demi fokus mengawasi situasi dalam negeri.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, pada September 2025 Presiden menerima banyak undangan internasional, termasuk untuk menghadiri Sidang Tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

“Salah satunya undangan menghadiri Sidang Tahunan PBB di New York. Pertimbangan itu menjadi salah satu alasan Presiden dalam memutuskan apakah hadir memenuhi undangan pemerintah Tiongkok atau tidak,” kata Prasetyo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025).

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024

Selain agenda luar negeri, Presiden Prabowo memilih tetap berada di Indonesia agar bisa memantau dan memimpin langsung penanganan berbagai dinamika nasional.

“Karena situasi dalam negeri, Bapak Presiden ingin terus memimpin langsung dan mencari penyelesaian terbaik,” ujar Mensesneg.

Prasetyo menegaskan, Presiden mengambil keputusan ini dengan penuh kehati-hatian. Meski menunda kunjungan, Presiden tetap menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan pemerintah Tiongkok.

“Dengan kerendahan hati, Bapak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Tiongkok karena belum bisa memenuhi undangan tersebut,” tandasnya.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:01 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version