Dalam hal ini, tindakan filantropi sporadis yang dilakukan rasanya tidak cukup. Diperlukan solidaritas dan gerakan bersama dari semua pihak yang berkehendak baik untuk mengubah budaya dan struktur-struktur sosial yang eksploitatif dan menindas, demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi semua orang.
Akhirnya, Paskah menunjuk pada lingkup keselamatan kosmik. Kebangkitan Kristus adalah “buah sulung” (1 Kor 15:20) dari panen yang akan mencakup pembaruan seluruh ciptaan. Janji
keselamatan melampaui jiwa-jiwa individual menuju pada “pemulihan segala sesuatu” (Kis 3:21), ketika Allah akan “menjadikan segala sesuatu baru” (Why 21:5). Dengan ini, Paskah yang kita
rayakan dalam Tahun Yubileum ini sekaligus mengundang kita sebagai peziarah-peziarah pengharapan untuk terus menghidupi Spiritualitas Penciptaan yang theosentris, yang semakin peduli pada sesama, lingkungan, dan seluruh alam ciptaan. Kita diundang untuk mengembalikan relasi yang benar dan harmoni dengan Tuhan sang Pencipta, dengan diri kita sebagai citra Allah, dengan sesama dan semua ciptaan lain yang dianugerahkan Allah bagi kita.
Kita juga dipanggil untuk mewujudkan cinta, belas-kasih, perawatan, pemeliharaan dan perlindungan Allah, bukan hanya kepada sesama manusia, melainkan juga kepada lingkungan hidup dan seluruh alam ciptaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hanya dengan itu, kita dapat menjadikan bumi sebagai oikos, “rumah kita bersama” (Bdk. Laudato Si, 13), di mana semua makhluk ciptaan boleh saling menyapa sebagai saudara dan saudari, karena semuanya memiliki asal-usul yang sama (Bdk. Laudato Si, 11).
Dengan demikian, di dalam Paskah, kita tidak hanya menemukan peneguhan keselamatan, tetapi ekspresi keselamatannya yang paling penuh; keselamatan yang mencakup masa lalu, masa kini, dan masa depan kita; tubuh, jiwa, dan komunitas kita; serta seluruh tatanan ciptaan. Inilah janji mulia yang menjadikan Paskah sebagai pusat iman dan pengharapan Kristen yang penuh cahaya.
Selamat merayakan Paskah dengan penuh sukacita dan pengharapan. Tuhan memberkati!!!
Kupang, 17 April 2025
Uskup Agung Kupang.
Mgr. Hironimus Pakaenoni
Penulis : Mgr. Hironimus Pakaenoni
Editor : Del Neonub







