Mimpi Untuk Memiliki Rumah Layak Huni dari Pemda Belu Hingga Peti Jenazah Yang Diterima dari Dinsos

- Editor

Rabu, 9 Agustus 2023 - 15:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua,News.Matatimor- Net : Tak disangka, dibalik kemewahan gedung dan bangunan lain yang dibangun Pemda Belu ternyata menyisahkan pilu yang mendalam bagi seorang wanita lansia di Dusun Lianain, Desa Naitimu, Kecamatan Tasbar, Kabupaten Belu,Propinsi NTT.

Bertahun-tahun menghuni di sebuah gubuk reot seorang diri dengan penuh harapan akan adanya perhatian dari Pemda Belu berupa rumah layak huni,rupanya mimpi itu hanya sebuah isapan jempol bagi nenek Hoar (80) yang hidup seorang diri hingga peti jenazah dari dinas sosial sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah baginya di penghujung hayatnya.

Alasan keterbatasan anggaran dan regulasi yang ada telah mematikan naluri hingga tak satupun kebijakan dari para pemegang kuasa di negeri ini yang berpihak pada kaum pinggiran. Sehingga nasib naas yang diterima wanita lanjut usia ini bahkan hanya bisa berpasrah pada nasib yang dialaminya bertahun-tahun lamanya itu hingga maut menjemputnya pada selasa 01/08/2023 pukil 17:00 Wita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA  Calon PPK dari 12 Kecamatan di Belu ikut Tes Berbasis Komputer

Ketika ditemui media ini pada rabu 09/08/2023, Taek salah satu cucu dari Almarhumah Nenek Hoar (80) yang juga tidak bisa mengenyam pendidikan layaknya anak-anak lain pada umumnya, kepada media ini dirinya mengaku sedih jika neneknya telah tiada dan hanya meninggalkan kenangan pahit yang dirasakannya bersama neneknya bertahun-tahun di bawah gubuk reot itu.

“Pak nenek sudah meninggal rumahnya kosong dan tidaka ada orang lagi” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca saat awak media menghampiri rumah reot yang sekian lama dihuni wanita lanjut usia tersebut.

Ketika ditanya kenapa tidak sekolah, Taek mengaku kalau niatnya ingin sekolah, namun apa dayanya jika keterbatasan ekonomi orang tuanya itu menjadi alasan dirinya hanya bisa menyaksikan anak-anak lain sebayanya itu bisa menikmati pendidikan yang ada.

Taek yang bercita-cita ingin jadi seorang polisi kelak nantinya itu rupanya harapan itu hanya akan menjadi sebuah impian dikarenakan kemampuan ekonomi orang tuanya tidak mencukupi.

“Saya mau sekolah tapi bapak tidak ada uang, dan saya cita-cita mau jadi polisi nantinya”. Ungkap Taek yang salah satu cucu dan juga anak dari seorang wanita yang buta matanya.

BACA JUGA  Breking News,,Ribuan Pejuang Eks Tim-Tim Menyambut Prabowo Subianto di Bandar Udara A.A Bere Talo

Situasi dan kondisi yang dialami keluarga ini tidak jauh dari rumah dan tempat asal Bupati Belu Taolin Agustinus yang juga salah satu putera kebanggaan orang Naitimu.

Selain rumah dan tempat tinggalnya seorang Bupati yang begitu mewah, ada juga sebuah monumen bersejarah yang sedang di renovasi Pemerintah Daerah Kabupaten Belu yaitu Tugu Seroja yang berada tepat di depan Kantor Desa Naitimu yang sedang direnovasi dan akan segera diresmikan pada tanggal 11/08/2023 oleh Pemda Kabupaten Kabupaten Belu.

Melihat hal ini, Siprianus Fahik salah satu Tokoh Lembaga Masyarakat Desa Naitimu mempertanyakan urgentnya renovasi tugu oleh Pemda Belu yang berada di tengah-tengah masyarakat yang sementara hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Sebagai tokoh masyarakat Desa Naitimu, kami juga mau pertanyakan apa urgentnya Pemda merenovasi tugu yang sementara ini ada baik-baik saja, sedangkan masyarakat menjerit di sekitaran tugu ini? Tanya Sipri.

BACA JUGA  SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

“Harapan nenek hoar tambahnya, untuk memiliki rumah layak itu akhirnya terjawab juga dari pemerintah Kabupaten Belu yaitu peti mayat yang dia terima dari dinas sosial dan mungkin ini harapan rumah layak yang diganti dengan peti jenasah” pungkas Sipri

Lanjutnya, Pada hal ada salah satu butir pancasila yaitu sila ke lima yang berbunyi ” Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia” bunyi dari sila itu tidak dirasakan oleh kita masyarakat kecil seperti nenek hoar ini.

Menurut saya pemerintah ini ibaratkan kita yang memasak untuk mereka makan dengan harapan paling kurang ketika mereka makan ingin makan paling tidak menyisahkan keraknya untuk kita, tetapi faktanya justru mereka makan tanpa perduli sisanya untuk kita bahkan habis di makan. Tutup Sipry dengan tegas dan kesal.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!