Mari Berdonasi Bagi Agustinus Bere Mau, Pasien Asal Raimanuk – Belu yang Menderita Penyakit Langka

- Editor

Rabu, 15 Februari 2023 - 14:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu, 15/02/2023.News-Matatimor-net : Sejak lahir Agus, Pasien asal Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur menderita penyakit yang sangat langka tanpa ada perhatian dan sentuhan tangan dari pihak manapun juga.

Agus menderita penyakit Bladder extrophy atau ekstrofi kandung kemih yang merupakan cacat lahir kompleks yang tergolong langka.

Kelainan ini mengakibatkan kandung kemih berkembang di luar janin, sehingga kandung kemih menjadi terbuka dan berada di luar tubuh sehingga Kandung kemih tentunya akan sulit berfungsi secara normal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Malangnya, Agus dijauhi teman-teman sebayanya, karena mereka merasa Agus aneh.

Semakin beranjak dewasa rasa percaya diri Aguspun semakin menurun, karena dirinya mulai merasa jika ada yang berbeda pada kondisi tubuhnya itu.

Lahir dari keluarga petani, membuat Agus belum bisa merasakan perawatan yang seharusnya, apalagi operasi untuk menentukan jenis kelaminnya.

Berjalannya waktu, Agus (11) yang merasa ada kelainan pada dirinya, sehingga menyebabkan dirinya dijauhi dari teman-temannya, maka Aguspun harus putus sekolah dan hari-harinya hanya dirumah dan membantu kedua orangtuanya berkebun

BACA JUGA  Blusukan Ke Lapas Atambua, Ini Pesan Kakanwil NTT Bagi ASN Lapas

Markus, ayah dari pasien tersebut dengan suara terbata-bata menyampaikan kepada median ini jika dirinya tidak tega melihat keadaan putranya yang tidak normal seperti anak-anak pada umumnya, namun faktor ekonomi membuat dirinya hanya berpasrah pada keadaan

“Orang tua mana yang tak sedih menerima kenyataan pahit melihat sang buah hati harus lahir dengan kondisi yang tidak normal seperti anak-anak lain, apa dayanya sedangkan untuk makan dan minum kamipun susah sehingga sejak lahir hingga sekarang usia dia 11 tahun ini kami hanya berpasrah pada keadaan” Tutur Markus

Namun, lanjutnya, Kami sekeluarga bersyukur pada Tuhan atas berkat ini dan kami juga berterima kasih kepada Yayasan Ruang Pasien NTT yang sudah menghampiri kami yang serba kesusahan ini.

Tambahnya, semoga setiap orang baik yang menolong anak kami ini selalu diberkati Tuhan dan lancar rejekinya.

Malangnya, Agus dijauhi teman-teman sebayanya, karena mereka merasa Agus aneh. Semakin beranjak dewasa rasa percaya diri Agus semakin menurun, karena dirinya mulai merasa jika dirinya jelas berbeda.

Lahir dari keluarga petani membuat Agus belum bisa merasakan perawatan yang seharusnya, apalagi operasi untuk menentukan jenis kelaminnya.

BACA JUGA  Ini Pernyataan Uskup Timika Tentang Tambang di Raja Ampat

Biaya yang dibutuhkan tentu tidak sedikit, bisa menelan puluhan hinga jutaan rupiah, namun hal itu tidak menjadi halangan bagi Yayasan Ruang Pasien Indonesia (YRPI-NTT) untuk terus berkarya untuk menolong setiap orang yang memiliki keterbatasan dan kekurangan.

Total dana yang dibutuhkan sebanyak Rp.198.305.000, namun hingga saat ini dana yang terkumpul Rp.30.650.680 dengan jangka waktu tersisa penggalangan 30 hari.

Namun, menurut salah satu relawan YRPI-NTT menyampaikan jika saat ini pasien tinggal menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan operasi dari pihak Rumah Sakit.

Adik agus saat ini tinggal menunggu panggilan Rumah Sakit untuk giliran operasi walaupun masih kekurangan dana

Tambahnya,jika sampai saatnya tiba untuk panggilan operasi dan belum cukup dana, maka tentu kita akan mengambilnya dari sisa dana penggalangan salah satu pasien asal Kabupaten Malaka yang sudah ditangani operasinya dan kembali ke Malaka

Untuk pengambilan dana dari pasien NTT yang sudah selesai operasi, ini sudah melalui satu kesepakatan antara keluarga pasien dan Yayasan dan itupun dipergunakan khusus untuk penanganan pasien lain asal NTT bukan untuk keperluan Yayasan.Jelasnya

BACA JUGA  Aula Gereja di Kampung Yakonde dijadikan Tempat Salat Peserta KMAN VI

Pasien asal Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu yang diberangkatkan sejak tanggal 12/10/2022 itu saat ini sedang berada di rumah singgah Yayasan Ruang Pasien Indonesia (Surabaya) untuk menunggu giliran panggilan untuk di operasikan.

Sahabat, setujukah kamu jika semangat dan kepercayaan diri Agus harus dikembalikan? Jika Anda setuju, Anda bisa ikut berdonasi untuk operasi Agus, cukup dengan cara:

  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (bank transfer BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, kalian juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang ikut menemani perjuangan ini.

Jika orang baik ingin berdonasi, silahkan masuk link berikut ini : https://kitabisa.com/campaign/bantuagusmilikijeniskelamin

Terima kasih banyak, #OrangBaik

Jika penggalangan dana ini mencurigakan?
Laporkan ke: support@kitabisa.com

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia
Kasus Dana BOS SMAN 3 Kupang: Menanti Gelar Perkara Penetapan Tersangka
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Rabu, 8 April 2026 - 13:41 WITA

Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026

Berita Terbaru

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!