Majelis Ormas Keagamaan Jakarta Serukan Kedamaian, Minta Pemimpin Jadi Teladan

Majelis dan Ormas Keagamaan di Jakarta Serukan Keteladanan Pemimpin, Ajak Warga Tetap Tenang

- Editor

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 22:58 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan di Hambalang, Bogor, Sabtu (30/8/2025).

Jakarta – matatimor.net – Sejumlah majelis agama dan organisasi keagamaan di DKI Jakarta menyerukan pentingnya keteladanan pemimpin sekaligus mengajak masyarakat tetap tenang menghadapi kericuhan yang melanda ibu kota dalam beberapa hari terakhir.

Kerusuhan yang dipicu ketidakpuasan masyarakat terhadap lembaga legislatif berujung pada demonstrasi besar di berbagai titik Jakarta dan menelan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan, meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi pada Kamis (28/8/2025). Tragedi ini semakin memicu eskalasi unjuk rasa.

Dalam pernyataan bersama, MUI Jakarta, Nahdlatul Ulama Jakarta, Muhammadiyah Jakarta, Keuskupan Agung Jakarta, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Jakarta, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jakarta, Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jakarta, dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Jakarta menekankan perlunya pemimpin bangsa melakukan evaluasi mendalam.

“Kami berharap para pimpinan Republik menjadikan peristiwa ini sebagai momen refleksi bersama, agar mampu memberikan pelayanan yang tulus, adil, dan bijaksana,” bunyi pernyataan resmi yang diterima, Sabtu (30/8/2025).

Majelis dan ormas keagamaan itu juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Affan Kurniawan dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Mereka mengajak umat beragama menahan diri, tidak terprovokasi, dan menyampaikan aspirasi secara damai tanpa kekerasan.

“Segala bentuk aksi anarkis hanya mencederai ajaran agama dan semangat persaudaraan,” tegas mereka.

Selain itu, mereka meminta para pimpinan eksekutif, legislatif, dan yudikatif lebih bijak, berpihak kepada rakyat kecil, dan menghindari keputusan yang merugikan masyarakat. Kepemimpinan nasional, menurut mereka, harus adil, tulus, dan bertanggung jawab agar rakyat merasakan perlindungan, keadilan, serta kesejahteraan.

“Kami yakin kepemimpinan saat ini mampu melakukan perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan agar masyarakat tidak merasa dikhianati,” tambah pernyataan itu.

Pernyataan tersebut ditandatangani pimpinan sejumlah majelis agama dan ormas keagamaan Jakarta, antara lain KH. Muhammad Faiz Syukron Makmum (MUI Jakarta), KH. Achmad Abubakar (PW Muhammadiyah Jakarta), KH. Samsul Ma’arif (PW NU Jakarta), Romo Antonius Suyadi (Keuskupan Agung Jakarta), Pdt. Arliyanus Larosa (PGIW Jakarta), I Nengah Darma (PHDI Jakarta), Mulyadi (Walubi Jakarta), dan Ws. Liem Lilianyu Lontoh (Matakin Jakarta).

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version