Kotbah Katolik Minggu Prapaskah III – Rm. Jhon Chris Taus, Pr

- Editor

Jumat, 10 Maret 2023 - 23:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTBAH KATOLIK MINGGU PRAPASKAH III

Oleh RM. Chris Taus, Pr. – Editor : komsos paroki camplong

Air merupakan kebutuhan yang vital untuk makluk hidup, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuan. Bagi orangg Yahudi, air memunyai arti rohani, jiwaku haus akan Allah, Allah yang hidup (Maz.42:1-3)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Miggu ini dan 2 minggu ke depan, kita membaca dari Injil Yohanes. Minggu Prapaskah 3 ini temanya tentang : AIR sebagai pemuas dahaga. 

Ketika ziarah Israel di padang gurun, mereka tiba di tempat : MASA, MERIBA, mereka menggerutu terhadap Musa, Allah, karena kehausan. Allah memberi minum air, yang keluar dari batu karang.

Yesus menyatakan Diri sebaga AIR HIDUP, ketika Ia berdialog dengan perempuan Samaria di sumur Yakob.

KEDUA: Masyarakat Yahudi mempunyai satu sumur tua : SUMUR YAKOB, terletak di Sikhar – Samaria. Sumur Yakob ini tidak pernah kering sepanjang tahun. Airnya hanya berasal dari rembesan air di sekitarnya. 

BACA JUGA  Kotbah Minggu Prapaskah V - Rm. Chris Taus, Pr.

Yakob bertemu Rahel, ketika Rahel mengambil air di sumur ini. Di sumur ini Yesus bertemu dengan seorang perempuan Samaria yang sedang mengambil air. Yesus haus air, dan minta minum dari perempuan Samaria ini. Maka terjadilah dialog panjang Yesus dengan perempuan ini.

Yesus memperi penjelasan tentang AIR, sampai akhirnya Yesus menyatakan Diri sebagai AIR HIDUP.

YESUS :. …jika engkau tahu siapa yang berkata kepadamu, berilah AKU MINUM, niscaya Ia akan berikan kepadamu : AIR HIDUP. Barangsiapa minum air ini ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum Air yang Kuberikan kepadanya, ia akan hidup selama-lamanya. Air yg akan kuberikan ini, akan memancarkan hidup yang kekal.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Paskah II | Kerahinan Ilahi

KETIGA : YESUS AIR HIDUP : Pertemuan Yesus dengan perempuan Samaria, diawali Yesus haus air dan minta minum dari perempuan Samaria. Awalnya perempuan Samaria ini heran dan takut, karena Yesus minta minum dari padanya. Ini hal aneh, karena antara orang Yahudi dan Samaria, ada permusuhan. Orang Yahudi tidak boleh bergaul dengan orang Samaria. Orang Yahudi menganggap orang Samaria adalah orang asing, kafir dan najis.

Tetapi perempuan Samaria ini baru tertarik ketika Yesus berbicara tentang Air hidup, maka ia meminta kepada Yesus, BERILAH AKU AIR ITU, apalagi Yesus mengungkapkan jati diri perempuan itu, terutama tentang Suami-suaminya.

Perempuan itu percaya kepada Yesus Kristus, maka ia tinggalkan sumur itu dan tempayannya. Ia pergi ke kota dan menceritakan hal ini kepada semua penduduk kota, dan membawa mereka datang bertemu dengan Yesus Mesias itu. Mungkin inilah yang dimaksudkan dengan Air hidup. 

BACA JUGA  Renungan Katolik Rabu Abu - Rabu 22 Februari 2023

PERJUMPAAN, PENGENALAN, DAN PEWARTAAN AKAN KABAR SUKACITA YANG PADA AKHIRNYA MEMBAWA DIA PADA KEHIDUPAN YG KEKAL.

KEEMPAT : Setiap perjumpaan dengan Tuhan selalu memberi kita JALAN DAN CARA BARU, yang mengantar kita kepada KEHIDUPAN YANG KEKAL, terutama dalam doa, Ekaristi Kudus.

Renungan air hidup ini juga mempersiapkan kita, terutama para ketekumen, yang akan dibabtis atau pembaharuan janji babtis pada Hari Sabtu suci paskah.

Tuhan berkati doa-doa dan niat kita dalam puasa ini. Amen

Minggu Prapaskah III

Kel.17:3-7

Yoh. 4:5-42

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:11 WITA

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WITA

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Berita Terbaru

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

Gambar oleh Del Neonub

Iman & Gereja

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:11 WITA

error: Content is protected !!