Korban Tenggelam di Malaka Akhirnya Ditemukan

- Editor

Senin, 7 Februari 2022 - 13:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Gabungan Menemukan Korban Tenggelam di Desa Meotroi-Malaka

Tim Gabungan, TNI,POLRI,TAGANA dan Masyarakat Desa Meotroi, melakukan pencarian terhadap korban Baltasar Berek (55) yang tenggelam di cekdam, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka akhirnya berbuah hasil.

Korban ditemukan tim pada pukul 10:30 pagi tadi namun dalam keadaan sudah tidak bernyawa (meninggal dunia).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian informasi yang dihimpun media ini saat bersama-sama tim gabungan malakukan evakuasi korban di tempat kejadian perkara (TKP) pagi tadi. Senin (07/02/22).

Korban atas nama Baltasar Berek alias (Klemens), Tempat Tanggal Lahir: Nurobo, 10 September 1967, Jenis Kelamin : Laki-laki, Agama : Katholik, Pekerjaan : Tukang kayu, Alamat : Dusun Kianren, Desa Meotroi, Kec. Laenmanen, Kabupaten Malaka.

Kronologis kejadian seperti yang telah diberitakan oleh media ini bahwa, pada Minggu, (06/02/22) korban bersama istri, anak dan beberapa kerabat keluarga pergi ke tempat kejadian perkara (cekdam, red) untuk mencari ikan.

Sesuai pantauan media dari kemarin hingga ditemukan korban (BB), tim Tagana, Polri,Tni dan Warga masyarakat Desa Meotroi dan Keluarga korban melakukan aksi pencarian terhadap korban BB (55 tahun) yang tenggelam di cekdam selama ± 20 jam. Personil tim Tagana mengarungi cekdam/embung tersebut dikantongi dengan alat pengapung untuk membantu mencari korban di dalam cekdam dengan kedalaman air ± 8 s/d 11 meter.

BACA JUGA  Lapas Atambua Bersama Kanim Atambua Gelar Upacara & Syukur HUT Kemenkumham RI Ke-78.

Aksi pencarian ini dilakukan oleh tim bersama Masyarakat saat tiba di lokasi kejadian, pada Minggu (06/02/22) malam hingga Senin, 07/02/22.

Kapolres Malaka melalui Kasatreskrim AKP Jamari, SH; MH menyampaikan terima kasih kepada tim dari TAGANA (Dinsos), TNI, dan masyarakat setempat, karena atas kerja sama tersebut dapat menemukan jenazah korban.

Lanjut AKP Jamari, aksi pencarian ini memerlukan waktu yang lama karena kejadiaannya ± 18:30. Selanjutnya, pihaknya melakukan pencarian sejak kemarin malam sampai hari ini, Senin (07/02/22) jam 03:00 pagi, pihaknya rehat lalu melanjutkan lagi pencarian dan dibantu oleh masyarakat sekitar hingga pukul 10:30 korban BB ditemukan oleh tim.

“Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Nurobo menerangkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan, korban meninggal murni karena tenggelam. Selanjutnya, kita (pihak kepolisian, red) akan menyerahkan korban (BB) kepada keluarga, dan pihak keluarga pun menerima kematian korban dengan lapang dada karena murni tenggelam,” jelas AKP Jamari.

Dikatakan AKP Jamari, saat melakukan aksi pencarian terhadap diri korban BB, dirinya dibantu oleh Kanit Pidana Umum (Pidum), Kapolsek Laenmanen dan anggotanya, Rekan-rekan Tagana dan masyarakat sehingga bisa menemukan korban BB di TKP.

Terpisah, Marianus Usu Bau alias (Rian), salah satu warga Desa Meotroi yang ikut bergabung bersama tim Tagana dan pertama kali mendeteksi keberadaan korban di kedalaman ± 4 meter, ketika ditemui media ini menyampaikan bahwa, sejak Minggu (06/02/22) malam, sekitar 2 jam bersama keluarga dan masyarakat setempat coba mencari korban (BB) dengan cara berenang di sekitar tempat tenggelamnya korban. “Kami tidak bisa menyelam ke dasar cekdam karena sudah malam. Setelah itu, tim Tagana datang untuk membantu guna mencari korban,” ungkap Rian.

BACA JUGA  Tidak Lulus Seleksi Guru PPPK, Kepsek SMPN. Rinbesihat - Belu, Dinilai Bagaikan Kacang Lupa Kulit

Dikatakan Rian, sebelum tim Tagana mendatangi lokasi kejadian, telah hadir terlebih dahulu pihak Kepolisian Sektor Laenmanen untuk menginvestigasi lokasi kejadian dengan cara memasang cross line disekitar tempat tenggelamnya korban (BB).

“Kami melakukan tindakan mencari terhadap korban (BB) secara tradisional yakni, dengan menggunakan alat bantu berupa sebatang bambu yang sudah diberi alat pengait agar bisa digunakan untuk mencari korban, dibanding tim tagana yang sudah difasilitasi dengan alat bantu berupa pengapung, speed board dan alat bantu lainnya,” tuturnyaDijelaskan Rian, saat melanjutkan aksi pencarian bersama tim Tagana pada hari ini Senin, 07/02/22, awalnya dia mencoba untuk menggunakan alat bantu tradisional yang sudah disediakan.

“Saya mencoba untuk berenang sambil menarik alat pengait tersebut. Awalnya, alat tersebut tersangkut disebuah batu yang berada di dasar cekdam dengan kedalaman ± 4 meter. Saya berusaha untuk menyelam ke dasar untuk memastikan. Ternyata hanya sebuah batu yang tersangkut alat pengait,” tandas Rian.

BACA JUGA  BREAKINGNEWS - Supra vs Mobil Box, Dua Pelajar SMA dilarikan ke RSU

Dilanjutkan Rian, usai memastikan keadaan di dasar cekdam, dirinya kembali keluar ke permukaan air. Namun, oleh karena rasa tidak puas dirinya kembali menyelam ke dasar cekdam dengan bantuan alat pengait yang ada.

“Saya selam di dasar cekdam dengan cara memegang alat bantu yang sedang dikendalikan oleh salah satu warga yang ikut mencari korban sejak kemarin. Saya memegang alat bantu itu, sambil menyelam ke bawah. Setiba di dasar air saya sempat menyentuh celana yang dipakai oleh korban (BB). Saya mencoba untuk pastikan, ternyata korban (BB) yang berada di dasar cekdam dengan posisi tidur tengkurap. Saya berusaha untuk mengevakuasi korban dari kedalaman air ± 4 meter menuju permukaan air,” urai Rian.

Diketahui bahwa, korban BB ditemukan di TKP tepat pukul 10:30 oleh warga masyarakat (Rian) yang turut bersinergi bersama tim Tagana Kabupaten Malaka, tepatnya di hilir embung dengan jarak ± 4 meter. Saat ini korban (BB) sudah dievakuasi ke kediamannya di Dusun Kianren, Desa Meotroi.

Adapun berbagai pihak yan turut menyaksikan aksi pencarian ini yakni, Kapolsek Laenmanen bersama staf, Mantan Kepala Desa Meotroi, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan sebagian Masyarakat Desa Meotroi, Kasatreskrim Polres Malaka, Pemerintah Desa setempat dan masyarakat yang sempat hadir.S/N Tim

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!